14 Kabupaten Miskin di Jateng Prioritas APBD, Mana Saja…

0
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri. Foto: PKS Jateng

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Tengah 2020 harus benar-benar diprioritaskan untuk pengentasan kemiskinan. Sesuai peruntukannya, APBD Jateng akan diarahkan untuk menggenjot perekonomian 14 kabupaten yang masuk zona merah kemiskinan.

Sejumlah 14 Daerah itu yakni Kabupaten Pemalang, Klaten, Sragen, Rembang, Blora, Demak, Grobogan, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, dan Brebes.

‘’Kita harus mem-breakdown APBD ini sesuai kebutuhan dan menyentuh langsung masyarakat,’’ ungkap Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PKS, Quatly Abdulkadir Alkatiri, Jumat (8/11).

Selain pengentasan kemiskinan, Pada RAPBD 2020 DPRD Jawa Tengah mengonsentrasikan anggaran pada bidang pendidikan. Salah satunya dengan menyepakati penambahan SMA/SMK/SLB Negeri Jawa Tengah sebanyak 12 unit untuk siswa yang kurang mampu.

Baca Juga:  Prediksi Cuaca Hari ini, Hujan Lebat di Pegunungan dan Pantura sisi Selatan

“Tiga SMK Negeri Jawa Tengah yang sudah berjalan hasil evaluasinya ternyata bagus, ada yang diterima di perguruan tinggi negeri, ada yang sudah bekerja, bahkan membuka lapangan kerja. Kita tambahkan jadi 12 unit, jadi total nanti ada 15 Unit SMA/SMK/ termasuk SLB Negeri Jawa Tengah dan ini adalah upaya pengentasan kemiskinan melalui bidang pendidikan,” jelasnya.

Sekolahan yang akan dibangun berkonsep semi boarding, sehingga siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah dapat terpenuhi operasionalnya. Untuk pembangunan gedung pendidikan, pemerintah menganggarkan Rp 2,5 M untuk setiap unitnya.

Baca Juga:  Kulminasi atau Hari Tanpa Bayangan, Kenali Ciri dan Akibatnya

“Kami juga menganggarkan bantuan seragam kepada kurang lebih 90.000 siswa kurang mampu di tingkat SMA sederajat dengan alokasi anggaran Rp 14 M. Pemberian paket sembako dari 7.500 paket sembako di 6 kab/Kota menjadi 150.000 paket,’’ katanya.

Terkait pengawasan agar bantuan tepat sasaran, Quatly menjelaskan bahwa nanti bantuan-bantuan ini akan di bawa langsung oleh anggota dewan di dapilnya masing-masing. Sehingga bantuan dapat benar-benar tersalurkan kepada masyarakat.

“Yang terpenting Bantuan ini sampai benar-benar ke warga miskin, dan anggota dewan melaksanakan apa yang dijanjikannya, yaitu menyalurkan aspirasi rakyat,” tuturnya.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of