42 Anggota DPRD Jateng Dipanggil Kejati Soal Dugaan Penyelewengan Bankeu

0
Ilustrasi. Ruang Sidang Paripurna DPRD Jawa Tengah.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Sebanyak 42 anggota DPRD Jawa Tengah periode 2014-2019 akan dipanggil Kejaksaan Tinggi (kejati) Jateng. Pemanggilan ini berkaitan dengan dugaan kasus penyelewengan dana bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Tahun 2018.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jateng Ketut Sumedana mengatakan pemanggilan ini ditujukan pada semua anggota Badan Anggaran DPRD Jateng 2014-2019. Pada periode itu, jumlah anggota Banggar DPRD Jateng sebanyak 42 orang. Ketua Banggar Ex-Officio jabatan Ketua DPRD Jateng yang saat itu diduduki oleh Rukma Setyabudi.

‘’Kami sudah sampaikan surat pemanggilan. Semua anggota Banggar DPRD Jateng akan diperiksa,” kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jateng Ketut Sumedana di Semarang, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (11/9).

Baca Juga:  Puisi dan Doa Bersama Lintas Agama untuk Tragedi Penembakan di Selandia Baru

Dari 42 anggota Banggar tersebut terdiri dari 12 orang Fraksi PDIP, 6 orang Fraksi PKB, 4 orang Fraksi Gerindra, 5 orang Fraksi Golkar, 4 orang Fraksi Demokrat, 4 orang Fraksi PPP, 4 orang Fraksi PAN.

Selain anggota Banggar DPRD, kata dia, tim anggaran pemerintah daerah Jateng juga akan dimintai keterangan dalam penyidikan kasus tersebut.

Ia mengharapkan semakin banyak anggota badan anggaran yang memenuhi panggilan pemeriksaan akan semakin memperkuat pengungkapan perkara ini.

“Banggar ini kan yang menganggarkan. Semakin banyak yang datang memenuhi panggilan akan semakin bagus,” katanya.

Baca Juga:  Tolak Upah Murah, Buruh Lakukan Ritual Topo Pepe

Saat ini, kejati Jateng telah menetapkan empat tersangka pada kasus ini. Kejati Jateng telah mengendus adanya praktik korupsi pada pencairan dana Banprov dengan total anggaran mencapai Rp 1,142 triliun. Penyelewengan dana yang digunakan untuk membeli perangkat keras dan lunak laptop tersebut diperkirakan senilai Rp 7,5 miliar. Namun seiring perkembangan, kerugian negara diperkirakan meningkat hingga Rp 8,2 miliar. (Ags/Ant)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of