5.000 Koperasi di Jateng Terancam Dibubarkan

1
Kepala Dinkop dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rahmawati. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Sebanyak 5.000 koperasi di Jawa Tengah terancam dibubarkan karena tidak aktif secara digital di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, dinas mendorong koperasi sebagai badan usaha untuk Go-Digital.

Kepala Dinkop dan UMKM Ema Rahmawati menyebutkan, setidaknya ada 26.000 koperasi di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut hanya beberapa yang sudah merambah ke ranah digital.

“Kami banyak melakukan pembubaran koperasi. Namun ternyata koperasi yang dibubarkan masih aktif, hanya saja tidak pernah mengirim laporan. Beberapa kasus ada koperasi tidak aktif dibubarkan, ternyata dia aktif tapi tidak pernah laporan,” ujarnya, Kamis (5/9).

Baca Juga:  Supersemar Adalah Bagian Sejarah Kita

Pihaknya menyadari untuk menuju digital bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, dia tidak mematok target khusus untuk digitalisasi koperasi. Saat ini dinas juga mempersiapkan infrastruktur digital untuk mengakomodasi koperasi di bawahnya.

Dia menambahkan, koperasi tidak lagi bisa menutup diri untuk bergerak ke arah bisnis digital. Terlebih lagi, koperasi yang melayani jasa keuangan jika tidak berubah atau disrupsi diri, maka akan tertinggal.

Dia khawatir koperasi (jasa keuangan) tersebut akan tergeser dengan pinjaman online yang hanya memanfaatkan telepon pintar. “Semua orang kini sudah bisa melakukan apapun, mulai dari pinjaman online sampai dengan pembayaran nontunai,” tuturnya. (Ags)

Baca Juga:  Jateng Garap Potensi Panas Bumi Dieng

1
Berikan Komentar

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Indonesiainside.id, Semarang – Sebanyak 5.000 koperasi di Jawa Tengah terancam dibubarkan karena tidak aktif secara digital di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, dinas mendorong koperasi sebagai badan usaha untuk Go-Digital. […]