550 Sex Toys dan 236 Airsoft Gun Dimusnahkan Bea Cukai

0
Hasil barang tegahan selama 2018-2019 oleh Bea dan Cukai Juanda. Foto: Surabayainside.com

Oleh: Rizki Daniarto

Semaranginside.com, Sidoarjo – Sebanyak 550 sex toys dimusnahkan Kantor Bea dan Cukai Juanda, Sidoarjo. Barang itu menjadi satu dari ribuan barang ilegal temuan bea cukai.

Ribuan barang tersebut terkumpul sejak 2018- 2019. Barang tegahan tersebut antara lain airsoft gun dan sajam sebanyak 236 buah, 214 buah elektrik, dan spare part kendaraan 134 buah.

Rokok sebanyak 595.480 batang dan 182 pak. Kemudian sex toys 550 buah, kayu 49 koli, pakaian dan mainan 2.465 koli. Lalu makanan, minuman, dan bahan kimia sebanyak 8.252 koli, kosmetik dan obat 1.288 koli, proyektil 1 pak, pita cukai 5 rim dan kertas 192 koli.

Baca Juga:  Saldo Berubah, Ramai-Ramai Protes ke Bank Mandiri

Barang-barang tersebut ilegal atau tidak memiliki izin. Oleh pemiliknya, barang tersebut tidak diurus kepemilikannya. Pemusnahan barang tersebut dilakukan dengan cara dibakar, dipotong, dilebur, dan dipendam.

Pemusnahan secara simbolis dilakukan di halaman kantor KKPBC Tipe Madya Pabean Juanda. Selanjutnya pemusnahan akan dilakukan di Jalan Malik Ibrahim, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

“Barang ini merupakan barang hasil tegahan. Juga barang-barang yang tidak diurus oleh pemiliknya. Baik oleh milik importir maupun penumpang pesawat,” kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Budi Harjanto, Rabu (11/9).

Baca Juga:  Pembangunan Gereja Ditolak Warga, Pemerintah Gelar Mediasi

Budi menyatakan,  barang-barang ini masuk melalui Bandara Juanda. Barang tersebut masuk melalui penumpang pesawat, kargo, dan kantor pos. Selain hasil tegahan, barang-barang ini juga sudah dinyatakan milik negara.

“Barang-barang ini harus memiliki izin instansi yang terkait. Hingga batas waktu 90 hari tidak diurus dan tidak ada izinnya, status barang milik negara,” tambah Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, karena sudah berstatus milik negara, barang-barang tersebut bisa dimusnahkan. “Barang yang dimusnahkan ini diperkirakan senilai di bawah Rp 300 juta,” katanya.(Riz/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of