59 Mahasiswa Unnes PPL di Tujuh Negara

0
Unnes melepas mahasiswa yang akan mengikuti PPL. Foto : unnes.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada tahun ini menerjunkan mahasiswa Program Sarjana (S1) Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di dalam negeri dan luar negeri. Kepala Pusat Pengembangan PPL Dr Isnarto MSi melaporkan, Unnes pada 2019 menerjunkan 3.513 Mahasiswa PPL ke sekolah dan instansi mitra selama 7 Minggu, mulai 29 Juli sampai 13 September 2019.

“Sebanyak 59 mahasiswa PPL internasional di 7 negara yakni Jepang, Perancis, Taiwan, Vietnam, Filipina, Singapura, dan Malaysia,” terangnya.

Sementara 3.454 mahasiswa PPL di dalam negeri di 10 wilayah. Wilayah-wilayah tersebut yakni DKI Jakarta, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kota Tegal, dan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga:  Mahasiswi Unnes Juara I Duta Bandara

Kamis (25/7) pagi tadi, para mahasiswa dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada Prada Alifa Fegasanti (PPL di SMKN 3 Magelang), Argian Guca Prawira (PPL di SMPN 21 Semarang), dan Laut Padi Sih Sesami (PPL di UPSI Malaysia). Upacara pelepasan dilangsungkan di halaman rektorat kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati.

Zaenuri saat memberi sambutan menyampaikan, PPL 2019 ini bertema PPL Unnes Berkarakter yakni sebagai pengikat dan pengingat bagi mahasiswa untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai karakter konservasi Unnes yakni inspiratif, humanis, peduli, inovasi, kreatif, sportif, jujur, dan adil. Dia juga mengungkapkan, prestasi dan karakter ibarat dua sisi mata uang, yang pertama Unnes mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi tetapi di sisi lain prestasi itu tidak boleh lepas dari karakter.

Baca Juga:  Mahasiswa Unnes Sumbang Medali untuk Jateng di Pomnas 2019

“Saat inilah waktunya mahasiswa untuk belajar diluar kampus dengan membawa bekal prestasi dan karakter,” katanya.

Dia juga menjelaskan, penguasaan metodologi mengajar itu memang penting, akan tetapi penguasaan materi yang benar itu juga penting.

“Tidak ada artinya bila Anda menguasai metodologi mengajar tapi penguasaan materi Anda penuh dengan miskonsepsi. Tapi menguasai materi pun jangan meninggalkan penguasaan metode mengajar karena penguasaan kelas Anda pun tidak dapat optimal,” katanya.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of