Abu Vulkanik Sinabung Rusak Lahan Pertanian di Sumut

0
Gunung Sinabung. Foto: Ist

Oleh: Daniel P |

Semaranginside.com, Karo – Semburan abu vulkanik dari Gunung Sinabung mengakibatkan 70 persen lahan pertanian tiga kecamatan di Karo, Sumatera Utara, rusak. Abu vulkanik Sinabung tersebar di enam kecamatan.

“Tapi memang ada tiga kecamatan yang lahan pertaniannya rusak,” kata Kepala BPBD Kabupaten Karo, Martin Sitepu, Senin (10/6).

Tiga kecamatan tersebut berada pada radius 5 km hingga 10 km ke arah tenggara dari puncak gunung. Ketiganya adalah Kecamatan Payung, Kecamatan Naman Teran, dan Kecamatan Kutabuluh. Sinabung meletus dengan tinggi kolom abu mencapai 7.000 meter di atas puncak pada Ahad (9/6), pukul 16.28 WIB.

Menurut Martin, lahan pertanian yang rusak tidak terlalu parah. Hanya sebagian kecil yang berpotensi gagal panen. “Meski di tiga kecamatan ini abu cukup tebal, kerusakan yang ditimbulkan tidak sampai puso,” jelasnya.

Baca Juga:  Tak Terpengaruh Hitung Cepat, BPN Fokus Kumpulkan C1

Tiga kecamatan yang juga terpapar abu vulkanik yakni Kecamatan Tiganderket, Kecamatan Tiga Binanga, dan Kecamatan Lau Baleng, dan Kecamatan Kutabuluh. Kota Berastagi juga dikabarkan terpapar abu vulkanik.

Selain itu, ada beberapa desa yang juga terpapar abu namun masih tipis. Desa-desa itu berada pada radius lebih dari 10 km ke arah tenggara dan timur laut.

Masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar zona merah juga telah diminta untuk keluar. “Belum ada laporan mengenai korban atau kerugian,” kata Kabid Darurat dan Logistik BPBD Karo, Natanail Perangin-angin.

Gunung api Sinabung meletus pada Minggu (9/6) sore sekira pukul 16:28 WIB. Berdasarkan data yang diperoleh dari KESDM, Badan geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pengamatan Gunung Api Sinabung, tinggi kolom abu teramati mencapai 7.000 meter dari atas puncak gunung, atau mencapai 9.460 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga:  Tarif Bus Trans Jateng Naik, Pemprov Alokasikan Subsidi

Kolom abu vulkanik berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal yang mengarah ke arah selatan. Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 9 menit 17 detik. sementara erupsi yang terjadi mengeluarkan awan panas ke arah tenggara sejauh 3,5 km dan selatan jarak 3 km. Selain itu juga terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Api Sinabung. (Aza/Far/INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of