Akhirnya, KPU Lakukan Pemungutan Suara Susulan di Sydney

0

Oleh : Eko P |

Semaranginside.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengakomodir pemilih di Sydney Australia yang gagal menggunakan hak pilihnya. Pemilih yang telah masuk daftar antrean TPS dan belum bisa memilih akan didata dan bisa melakukan pencoblosan.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi jumlah pemilih yang telah masuk daftar antrean. Lantaran ini menjadi dasar jumlah surat suara yang mesti disediakan.

“Klarifikasi jumlahnya berapa. Karena jumlah surat suara harus sesuai,” kata Arief, ketika memberikan keterangan pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4).

Baca Juga:  Jelang Syukuran Kemenangan, Massa Mulai Padati Kediaman Prabowo

Selain itu, KPU juga akan mengecek kategorisasi pemilih, baik itu pemilih yang masuk daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih tetap tambahan (DPTb), maupun daftar pemilih khusus (DPK).

Penyelenggara pemilu itu juga akan mengecek ketersediaan surat suara yang masih ada di Sydney.

Sebelumnya, Bawaslu merekomendasi kepada KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang di Sydney sebagai buntut dugaan pelanggaran pemilu.

Akibatnya, banyak pemilih tidak dapat memberikan suara mereka yang berlangsung di TPS di Town Hall dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Sabtu (13-4-2019).

Baca Juga:  Kapolda, Pangdam dan Gubernur Tunggui Pleno KPU Hingga Dinihari

Masih ada ratusan WNI tidak dapat memberikan hak suaranya karena TPS yang disewa panitia harus tutup pada pukul 18.00 waktu setempat.

Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa alasan ditutupnya TPS akibat habis masa sewa seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh PPLN Sydney sejak jauh-jauh hari. Apalagi, antusiasme WNI di Australia dalam memberikan hak suara tergolong tinggi.

“Penutupan TPS tersebut diyakini tidak sesuai dengan asas umum dan adil dalam penyelenggaraan pemilu,” katanya. (EPJ/Ags/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of