Anak Dicubit Guru, Orang Tua Lapor Wartawan

0

Oleh: Jee Jaini

Semaranginside.com, Surabaya – Keberatan orang tua atau wali murid terhadap guru kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang wali kelas di SDN Simomulyo I Surabaya.

Sang guru yang juga wali kelas di SDN Simomulyo ini mencubit tiga siswanya karena tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan. Lalu dua anak yang dicubit tidak masuk sekolah karena alasan trauma.

Sulistyaningtyas Utami, salah satu wali murid mengatakan, anaknya mengalami luka memar di tangan akibat cubitan. Anehnya, kasus ini justru dilaporkan ke wartawan. Orang tua siswa hanya ingin guru tersebut dimutasi.

Baca Juga:  Posko Aduan BPN: 890 TPS di Jateng Bermasalah

“Kami ingin guru ini dimutasi dari SDN I Simomulyo,” ujar Sulistyaningtyas Utami, Selasa (23/7).

Menurut dia, perlakuan guru tersebut kepada anaknya dialami juga oleh siswa lain. Pencubitan itu dilakukan jika siswa tidak bisa mengerjakan tugas sekolah.

Misalnya, bila siswa diberi 10 soal dan siswa ada dua soal yang salah, maka siswa dicubit dua kali. Kemudian bila salah tiga, akan dicubit tiga kali, tergantung jumlah tugas yang salah dikerjakan.

“Saya baru tahu setelah putri saya cerita ke kakeknya,” katanya.

Baca Juga:  Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Hadirkan Enam Terdakwa

Orang tua siswa mengaku telah mengklarifikasi kepada guru yang mencubit. Awalnya, guru tersebut membantah, tetapi setelah ditunjukkan foto memar pada anak, akhirnya guru itu meminta maaf.

Hal yang sama juga sampaikan wali murid lainnya, Anggi. Ia mengatakan anaknya tidak masuk sekolah lantaran dicubit dan dimarahi. “Katanya takut sama gurunya,” ungkap Anggi.

Koordinator kesiswaan SDN I Simomulyo, Marlikan, mengatakan guru yang bersangkutan sudah dimintai klarifikasi di internal sekolah. Kepala sekolah sudah memanggil yang bersangkutan.

“Sekarang yang bersangkutan juga sudah dipanggil di dinas (pendidikan),” katanya. (Aza/Riz/INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of