Angkut Beras, Pesawat Perintis Hilang Kontak di Papua

0
Pesawat Rimbun Air, jenis Twin Otter yang melayani wilayah Pedalaman Papua. Foto: Istimewa

Oleh: Achmad Syaiful

Semaranginside.com, Mulia – Satu pesawat dinyatakan hilang kontak di wilayah udara Pegunungan Tengah Papua, pada Rabu (18/9), pukul 11.50 WIT. Pesawat tersebut merupakan perintis Rimbun Air jenis Twin Otter dengan nomor registrasi PK-CDC, tujuan Kabupaten Puncak.

Pesawat yang membawa logistik makana tersebut mestinya mendarat 25 menit setelah lepas landas.

Pesawat jenis DHC6 series 400 ini hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika pada pukul 10.40 WIT. Rencananya pesawat mendarat di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, pada pukul 11.29 WIT.

”Sampai saat ini pesawat belum landing di Bandara Ilaga,” kata Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ary Purwanto saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (18/9).

Ary mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait jumlah penumpang dalam pesawat yang dinyatakan hilang kontak. Pesawat Twin Otter DHC6 milik PT Carpendiem itu mengangkut beras 1.700 kilogram milik Perum Bulog.

Baca Juga:  Pemerintah Turki Keluarkan Video Kudeta Gagal dalam Tujuh Bahasa

Ilham selaku perwakilan PT Carpendiem di Timika mengatakan, pesawat tersebut dicarter Bulog Timika untuk mengangkut beras program rastra ke Ilaga, Kabupaten Puncak.

“Pesawat ini dicarter oleh Bulog untuk angkut beras ke Ilaga,” kata Ilham.

Pesawat tersebut dikemudikan Pilot Dasep dengan Copilot Yudra dan mekanik Ujang membawa serta seorang penumpang yaitu Baharada Hadi. Pesawat tersebut sempat terbang ke Ilaga dan Mulia pada pagi harinya.

Setelah kembali ke Timika, pesawat tersebut pada pukul 10.35 WIT kembali terbang ke Ilaga untuk mengangkut beras bulog dan seharusnya mendarat di Bandara Ilaga pada pukul 11.09 WIT.

“Kami menerima informasi dari kantor bahwa pesawat dinyatakan hilang kontak pada pukul 10.53 WIT atau sekitar 20 menit penerbangan dari Timika dan sekitar 10 menit tiba di Ilaga,” jelas Ilham.

Baca Juga:  Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten/Kota di Jateng Mulai 12 Agustus

Pihak Carpendiem mendatangkan satu unit pesawat dari Nabire untuk membantu operasi pencarian pesawat yang hilang kontak tersebut. Pesawat yang hilang kontak tersebut merupakan pesawat baru dan telah beroperasi di Timika kurang dari satu tahun.

Kepala Unit Pengelola Bandar Udara/UPBU Mozes Kilangin Timika, Ambar Suryoko mengatakan pihak Airnav Timika telah melaporkan insiden hilang kotaknya pesawat Twin Otter DHC6 PKCDC itu kepada Basarnas Timika dan Satuan Radar Timika.

Pada Rabu siang, Kantor SAR Timika mengerahkan sejumlah personelnya untuk membantu melakukan pencarian dari udara dimana lokasi hilangnya pesawat Twin Otter DHC6 PKCDC tersebut menggunakan sebuah pesawat jenis grand caravan dari Bandara Timika. (Aza/Ant/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of