Antara Goenawan Mohamad dan Don Quixote

0
Goenawan Mohamad. Foto : @semarang_gallery

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Penyair serta jurnalis senior yang beberapa tahun terakhir dikenal juga sebagai perupa, Goenawan Mohamad menggelar pameran tunggal bertajuk Don Quixote dan Hal-Hal yang Belum Sudah. Dia memajang seratusan karyanya di Galeri Semarang, Kawasan Kota Lama. Pameran tersebut dibuka Sabtu (15/6) malam dan berlangsung hingga 14 Juli mendatang.

Kurator Wahyudin mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir ini, Goenawan Mohamad merupakan penyair-perupa Indonesia yang paling produktif dalam berkarya dan berpameran. Dihitung-hitung sambil lalu, produktivitas itu bahkan melebihi produktivitasnya dalam bersajak dan beresai yang sudah dilakukannya sejak remaja.

“Jadi, saya kira tak berlebihan untuk mengatakan bahwa seni rupa Indonesia hari ini beroleh seorang perupa “muda” yang sangat produktif di umurnya yang berida,” terangnya.

Baca Juga:  Di Jalan Veteran, Banyak Pilihan untuk Kulineran

Karya yang dipajang berupa drawing, sketsa, lukisan, arsip-instalasi, dan rekaman pertunjukan. Semuanya dihimpun dari 2017 hingga 2019. Karena itu, pameran ini juga bisa disebut sebagai semacam retrospeksi kecil yang memungkinkan pemirsa mengapresiasi perkembangan estetis dan pencapaian artistik Goenawan Mohamad selama tiga tahun terakhir.

Wahyudin juga mengungkapkan, dalam produktivitas berkarya, pokok perupaan Don Quixote dan hal-ihwal di sekitar riwayatnya mendapat perhatian yang lebih. Secara kuantitatif, sejak mula dia berkarya dan berpameran seni rupa, pokok perupaan itulah yang paling banyak dibuat dan dibuat-ulang oleh Goenawan Mohamad, baik dengan media kertas maupun kanvas.

Baca Juga:  "Ave Maryam " Angkat Kota Semarang

Dalam pameran tunggalnya yang keenam ini ada 33 karya bertema Don Quixote. Wujudnya beragam dan dibuat dengan media yang bermacam-macam. Ada gambar dan puisi, ada pula lukisan potret.

Sementara Goenawan Mohamad mengungkapkan, pameran ini mencoba mengembalikan hubungan non-hierarkis antara kata dan rupa.

“Keduanya adalah bagian dari apa yang saya hendak kemukakan: sebuah ‘suasana’, sebuah sajak imagis di kanvas. Kanvas-kanvas yang membuat proses kreatifnya sendiri,” katanya.

Pameran tersebut dibuka oleh Kh Musthofa Bisri atau Gus Mus, semalam. Gus Mus mengapresiasi karya-karya Goenawan Mohamad yang dipamerkan.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of