Antisipasi Terorisme, Ganjar: Kenali Tetanggamu

0
Rumah kontrakan yang menjadi TKP penggerebekan terduga teroris di Dusun Kepoh, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Gubernur Gajar Pranowo meminta semua warga mengenali tetangganya. Hal itu menjadi langkah jitu mengantisipasi adanya pelaku terorisme yang seringkali berpindah-pindah tempat tinggal.

Ganjar meminta semua elemen masyarakat peduli dan peka dengan kondisi sekitar. Hal itu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan silaturahmi antar sesama, termasuk dengan tamu yang datang.

“Sehingga masyarakat menjadi mengerti, siapa tetangga mereka dan tamu mereka. Saya minta semua tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan level paling bawah seperti RT, dapat memantau dan menjalankan ini,” kata Ganjar, Rabu (16/10).

Hal itu disampaikan Ganjar menanggapi penangkapan sepasang suami istri di Nongkosawit Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, yakni A (44) dan MH (44) oleh Densus 88 Antiteror pada Selasa (15/10). Menurut Ganjar, kepedulian masyarakat sangat penting dalam rangka membantu pemerintah melawan segala bentuk tindakan radikalisme dan terorisme.

Baca Juga:  Nonton Westlife Bareng Keluarga, Ganjar; Jateng Butuh Event Internasional Semacam Ini

Dengan kekuatan sektor terkecil tersebut, maka gerak langkah kejahatan terorisme dapat terdeteksi. Kalau ada warga yang tidak mau diajak ketemu, tidak mau kumpul, dapat diketaui sejak dini.

“Akan ketahuan siapa mereka, kepentingannya apa. Ini harus ditindaklanjuti, apakah didatangi, diberitahu dan dilakukan tindakan-tindakan lainnya,” terangnya.

Saat ini lanjut Ganjar, sangat sulit untuk mengelompokkan pelaku teror ada dimana, jaringan apa dan sebagainya. Hal itu nyaris tidak mudah untuk terdeteksi, karena mereka telah membaur dalam masyarakat.

Bahkan lanjut dia, tidak hanya pada masyarakat sipil, di lingkungan pemerintahan, pendidikan dan aparat penegak hukum seperti TNI/Polri juga sudah disusupi para pelaku. Mereka terus bergerilya untuk menebarkan paham radikalisme dan menebar teror.

“Maka, kalau masyarakat mau membantu, tentu tugas pemerintah akan semakin mudah dan kita semua bisa hidup tanpa rasa takut. Kesadaran inilah yang sangat penting, agar masyarakat waspada pada ajaran-ajaran yang tidak pas dan bertentangan dengan Pancasila,” katanya.

Baca Juga:  Semarang Tuan Rumah Konferensi dan Pameran Pembangunan Kota Sehat di Indonesia

Bagaimanapun caranya lanjut Ganjar, semua tindak pidana terorisme dan radikalisme harus dimusnahkan. Masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum dan semua elemen harus bersatu dan berdiri tegak melawan dengan melakukan hal terbaik di bidang masing-masing.

“Tugasnya, yok sekarang semua bergerak. Dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum bergerak bersama melawan paham yang mengancam kedaulatan itu. Mari kita serius dalam upaya sosialisasi, antisipasi dan melawan terorisme,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Densus 88 Antiteror menangkap sepasang suami istri terduga terorisme di Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Selasa (15/10). Sepasang suami istri berinisial A dan MH dikenal oleh masyarakat sekitar jarang bergaul dan cenderung tertutup.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of