Apel Kebangsaan Telan Rp 16 M, Setahun Jambanisasi Cuma Rp 10 M

0
Ketua Bapemperda DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto. (foto: DPRD Jateng)

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Alokasi anggaran penyelenggaraan apel kebangsaan di Jawa Tengah disorot. Anggaran Rp 16 miliar yang mesti dikeluarkan dari pagu anggaran Rp 18 miliar dinilai terlalu besar untuk menghelat acara berkisar enam jam tersebut.

Untuk mengetahui seberapa besar alokasi anggaran, bisa dilihat dari pos alokasi anggaran lain yang ditujukan untuk mengurai persoalan utama di Jawa Tengah yakni kemiskinan. Perlu diketahui saat ini masih Ada 14 kabupaten yang masuk zona merah kemiskinan dan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai 3,87 juta jiwa.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Yudi Indras Wiendarto mengatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2018-2023, ada sejumlah pos anggaran yang telah ditetapkan.

Di Jawa Tengah ada 998.561 rumah belum memiliki jamban. Untuk menguranginya, tahun 2020 dialokasikan Rp 10 miliar untuk 10.000 rumah dengan alokasi per rumah Rp 1.000.000. Selanjutnya pada 2021-2023 masing-masing tahun dialokasikan Rp 20 miliar.

”Kalau anggaran apel kebangsaan itu untuk jambanisasi, setidaknya bisa digunakan untuk 16.000 jamban rumah rakyat miskin. Lebih besar dari alokasi tahun 2020,” kata Yudi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah ini, Sabtu (16/3).

Baca Juga:  Rizal Ramli: Optimisme Jokowi Makin Memudar

Pemprov Jateng menghadapi persoalan penting lainnya, stunting. Namun untuk alokasi pemberian sirup zink penambah gizi kalah jauh di bandingkan dengan anggaran apel kebangsaan. Tahun 2020-2023, dialokasikan Rp 1,6 miliar per tahun untuk pengadaan sirup. Sirup tersebut akan diberikan pada bayi 3-6 bulan yang jumlahnya berkisar 11.927 bayi.

Anggaran apel kebangsaan juga mengalahkan anggaran untuk pengadaan makanan tambahan (PMT) bagi 119.270 ibu hamil di Jawa Tengah. Pada 2020, alokasi anggaran PMT Rp 13 miliar.

Anggaran untuk kegiatan itu juga hampir menyamai anggaran penyelesaian baglock (rumah, listrik, air) masyarakat miskin. Tahun 2020 dialokasikan Rp 17,5 miliar dengan per rumah memperoleh Rp 35 juta dengan skema bantuan sosial (bansos).

Anggaran apel kebangsaan juga mengalahkan anggaran empat tahun (2020-2023) peningkatan kapasitas BUMDES yakni Rp 12 miliar. Sementara bantuan stimulan 50 desa wisata tahun 2020 saja hanya Rp 5 miliar.

Baca Juga:  367 SMA di Jateng Terapkan Kurikulum Antikorupsi

Sebagaimana diketahui, Pemprov Jateng akan mengelar Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’ di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Minggu (17/3). Acara yang akan dihadiri ratusan ribu peserta dari seluruh daerah ini akan digelar di beberapa lokasi, seperti di Lapangan Pancasila, di Jl Pahlawan, Jl Pandanaran dan Jl Achmad Yani Kota Semarang.

Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, Achmad Rofai mengatakan apel Kebangsaan bertajuk “Kita Merah Putih” yang rencanana diikuti 130 ribu peserta itu akan dihadiri sejumlah tokoh dan artis nasional.

Sejumlah tokoh direncanakan hadir untuk mengisi orasi kebangsaan. Diantaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, KH Maimoen Zubair, Mahfud MD, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, KH Ahmad Darodji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Surahart (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Acara ini juga akan dimeriahkan sejumlah artis nasional yakni Slank, Letto, Armada, Virza, Nella Kharisma dengan MC Vincent-Desta dan Cak Lontong.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of