Awas, Dinas Temukan Hewan Kurban Belum Powel

0
Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Kabupaten Semarang. Foto: Semaranginside.com

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Jawa Tengah menerjunkan tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Dari hasil pemeriksaan antemortem, ditemukan sejumlah persoalan mulai dari penyakit, sanitasi hingga hewan kurban yang belum memenuhi syariat.

Kepala Disnak Keswan Jateng, lalu M Syafriadi menjelaskan salah satu yang ditemui oleh petugas pemeriksaan antemortem adalah belum memenuhinya syarat umur hewan kurban. Ada yang belum berganti gigi (powel). Maka, ia mengingatkan pedagang agar tak asal jual dan di sisi lain pembeli harus jeli serta tidak sekadar melihat kesehatan dan bentuk tubuh hewan yang besar.

Baca Juga:  Tingkat Konsumsi Ikan Warga Kota Semarang Rendah

“Kadang ada yang cari murah tapi ingin dapat (hewan kurban) yang besar. Maka kami mengingatkan agar jeli mencari hewan kurban, yang sehat dan memenuhi syariat,” ujar Lalu, Selasa (6/8).

Selain usia, antemortem juga meliputi pemeriksaan gigi dan mulut, bulu dan kelincahan hewan, telinga, kuku kaki hingga air liurnya. Pemeriksaan dilakukan di tempat penjualan dan penampungan hewan kurban.

Pemeriksaan antemortem dan postmortem ini penting. Sesuai hasil pemeriksaan postmortem, Disnakkan Jawa Tengah mencatat pada tahun 2016 ada 1.750 sapi kurban yang terinfeksi cacing hati (fasiolasis). Namun tak ditemukan pada kambing dan domba. Pada tahun 2017 ada 1.382 sapi dan 312 kambing/domba.

Baca Juga:  Sandiaga Berjanji Akan Kembangkan Pasar Tradisional

Jumlah itu meningkat pada tahun 2018, menjadi 2.747 sapi dan 1.110 kambing/domba. Sementara hewan kurban yang terserang pneumonia di paru-paru di 2017 ada delapan sapi dan menjadi 22 sapi pada tahun berikutnya.

Fasiolasis ini menyerang fungsi hati pada hewan sehingga kondisi hati rusak dan tak layak konsumsi. Namun, penyakit ini tidak menular ke manusia. “Kalau nanti tim menemukan cacing hati dan penumonia maka saya mohon masyarakat merelakan untuk diserahkan. Karena tim akan menyita hati dan jeroannya yang tak layak konsumsi,” ujar Lalu.

Lokasi penjualan hewan kurban yang telah diperiksa dan lolos pemeriksaan maka ditempeli stiker serta spanduk dari dinas. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of