Bachtiar Nasir: Doakan Saya Istiqamah untuk Keadilan dan Kejujuran

0
Ustadz Bachtiar Nasir. Foto: Istimewa

Oleh: Ahmad ZR

Semaranginside.com, Jakarta Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mendapat panggilan Bareskrim Mabes Polri atas sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari dana Aksi 411 dan 212 tahun 2016.

Usai shalat subuh dan pengajian, dia menyapa ummat lewat video singkat yang beredar di media sosial, Rabu (8/5).
Pria kelahiran Bone, Sulsel, yang akrab disapa UBN ini mengaku ikhlas dipersoalkan kembali meskipun kasusnya sudah lama yaitu pada 2017.

“Tetap semangat dan doakan saya semoga istiqamah untuk memperjuangkan keadilan dan kejujuran di Indonesia. Untuk Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur,” ujarnya UBN.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Rakyat Adalah Penentu Masa Depan

Dia sendiri menilai pemeriksaan dan penetapan dirinya sebagai tersangka sulit dibantah kalau itu bukan politis. Selain kasusnya sudah sempat dihentikan, kini muncul lagi setelah dirinya aktif menyuarakan keadilan dan kejujuran terkait Pemilu 2019. Meski polisi punya alasan dan mengantongi bukti kuat.

“Tentu ini sangat politis, namun saya harus hadir kalau ingin menegakkan keadilan dan kejujuran, tidak mungkin menegakkan keadilan dengan sapu kotor termasuk untuk keadilan Indonesia,” kata Ketua Ikatan Alumni Universitas Islam Madinah ini.

Termasuk, kata UBN, upaya untuk menegakkan keadilan dan kejujuran dalam konteks pemilu. Jika tidak, maka kecurangan akan terus terjadi dalam perhelatan pemilu.

“Insya Allah, Allah selalu bersama orang sabar di jalan Allah SWT. Saya siap mengambil risiko atas semua tuduhan ini sekaligus memperjuangkan hak saya,” ujarnya.

Baca Juga:  Akankah Revolusi E-Commerce 4.0 Mematikan Toko Offline? (1)

Karenanya, ia menyebut kehadiran ke Bareskrim siang ini merupakan upaya hak jawab atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Meskipun dia juga tidak percaya hukum akan ditegakkan secara berimbang.

“Tapi saya yakin ada Allah yang sesungguhnya. Ada Allah Yang Maha Adil, karena kalau ada orang yang tidak adil di muka bumi, maka harus berhadapan dengan otoritas Allah sebagai pemilik langit dan bumi,” katanya.

Sedangkan prinsip yang harus dipegang, kata dia, kebenaran adalah kekuatan, meskipun yang sedang dihadapi adalah kekuatan sebagai kebenaran. Ia menyebut bahwa kebenaran yang akan dimenangkan oleh Allah. (Aza/Ags/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of