Bahaya Kebiasaan Duduk Terlalu Lama

0
Sebanyak 31 juta orang Amerika mengalami sakit punggung karena duduk terlalu lama saat bekerja. Foto: Merdeka.com

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Begitu kita duduk, otot-otot dalam tubuh berhenti bekerja

Semaranginside.com, Jakarta — Duduk, sebuah aktivitas yang hampir menjadi pola kebiasaan di generasi digital seperti saat ini. Sama halnya seperti kebiasaan merokok, aktivitas ini seolah dimaklumi. Terkadang duduk terlalu lama tidak dapat dihindari, apalagi jika berurusan dengan masalah pekerjaan dan segala hal yang harus diselesaikan di kantor. Misalnya saja, Anda mesti membuat laporan atau rapat berjam-jam dengan klien Anda.

Contoh standing desk – Tempo.co

Tidak mengherankan, para ilmuwan sedikit demi sedikit mengumpulkan bukti sahih yang menunjukkan bahwa duduk dalam jangka waktu yang lama, secara harfiah dapat mengurangi masa hidup kita.

Seorang wartawan dari New York Times, James Vlahos menuliskan bahwa olahraga saja tak lagi lebih baik daripada menghalau efek buruk merokok satu bungkus per hari dengan joging. “Duduk dalam jangka waktu yang lama dampaknya mematikan,” jelas Dr. James Levine, seorang periset dari Mayo Clinic yang sejak hampir 20 tahun lalu mulai menggaungkan bahaya duduk. Dengan kata lain, kursi dapat membunuhmu.

Bahaya Duduk (Terlalu Lama)
Berikut 9 bahaya duduk terlalu lama di tempat kerja yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

Bahaya Terhadap Jantung dan Pankreas
Saat Anda duduk terlalu lama, aliran dalam pembuluh darah melambat, sehingga semakin sedikit lemak tubuh yang terbakar. Jika hal ini terjadi, maka asam lemak dapat dengan mudah menyumbat jantung. Sebuah penelitian yang telah diterbitkan pada ‘Journal of The American College of Cardiology’ memaparkan hasil penelitian dengan objek wanita yang duduk rata-rata hingga 10 jam per hari dapat memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya duduk 5 jam atau kurang.

Di lain sisi, kemampuan tubuh untuk merespon insulin dipengaruhi oleh lamanya Anda duduk saat bekerja. Semakin lama Anda duduk, akan menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah berlebih, yang kemudian dapat menyebabkan penyakit diabetes. Duduk lebih dari 8 jam juga diasosiasikan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 90%.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jateng, PKS Rekomendasikan Quatly
foto: Vobox

Memperlambat Pencernaan Makanan
Jika Anda termasuk orang yang langsung kembali duduk di belakang meja kerja setelah makan siang, maka sebaiknya Anda harus lebih berhati-hati. Duduk terlalu lama apalagi dilakukan setelah makan, menyebabkan isi perut tertekan, sehingga memperlambat proses pencernaan makanan. Pencernaan yang lambat kemudian dapat menyebabkan perut kram, kembung, konstipasi, serta ketidakseimbangan mikroba baik yang membantu pencernaan makanan.

Menyebabkan Obesitas
duduk terlalu lama dapat berdampak obesitas atau kelebihan berat badan. Hal itu dikarenakan kadar trigliserida di dalam tubuh tidak banyak terkonversi menjadi energi dan malahan meningkatkan kadar kolesterol. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa orang yang mengalami obesitas memang duduk lebih lama sekitar 2,5 jam dibandingkan orang yang berat badannya normal.

Postur Tubuh Memburuk
Bahaya duduk terlalu lama juga menyebabkan tekanan pada tulang belakang lebih besar dibandingkan dengan saat berdiri. Sekitar 40% orang yang mengalami masalah pada punggung dan sering mengeluh sakit punggung merupakan mereka yang duduk sangat lama menghadap komputer di tempat kerja sehari-harinya. Otot-otot di bagian punggung seharusnya tidak statis, bergerak untuk berekspansi dan berkontraksi yang menyebabkannya dapat menyerap darah serta nutrisi.

Duduk terlalu lama menyebabkan hilangnya fleksibilitas otot. Menurut data dari American Chiropatic Association (ACA), sebanyak 31 juta orang Amerika mengalami sakit punggung yang kebanyakan karena alasan duduk terlalu lama saat bekerja.

Namun terlepas dari semua kajian dan kabar tersebut (bahkan ada video TED Talk mengenai bahaya duduk yang telah ditonton oleh 1,6 juta orang), banyak dari kita yang masih sering menghabiskan waktunya di tempat duduk. Bahkan, rata-rata penduduk Amerika duduk sekitar delapan jam perhari, kebiasaan itu mereka lakukan sepanjang tahun.

Baca Juga:  Susul Sandiaga, Prabowo Kembali Sapa Masyarakat Aceh

Kebiasaan memang sulit diubah, tidak bisa kita sangkal kalau duduk dapat membuat kita rileks dan nyaman. Namun, saya punya teori bahwa akar permasalahannya ada di teknologi, bukan budaya duduknya. Kita masih belum bisa menghilangkan kebiasaan buruk ini disebabkan karena meja berdiri masih sulit didapat, harganya belum begitu terjangkau, dan kurang fleksibel bagi kebanyakan orang.

Meja yang ideal sebaiknya harus bisa diatur pada posisi duduk maupun berdiri. Dan jika kita mencari meja seperti itu di toko, baik fisik maupun online, harganya teramat mahal, salah satunya adalah meja berdiri dengan harga mencapai puluhan juta ini yang ketinggiannya dapat diatur sesuai keinginan kita. Mengingat mahalnya harga dan repotnya pemasangan, tak heran kalau kita masih nyaman duduk di kursi kita yang empuk. Kita mungkin masih harus menunggu kelanjutan dari meja berdiri yang mungkin dapat menjadi titik balik revolusi bekerja sambil diri.

Kebiasaan duduk sudah lama membudaya dalam diri manusia, baik di rumah maupun tempat kerja. Namun jika kita runut beberapa dekade ke belakang, kebiasaan bekerja sambil berdiri sudah ada sejak dulu.

Bahkan para pekerja di abad 19 hingga awal 20-an umumnya berkerja sambil berdiri: juru ketik, akuntan, manajer, dan sebagainya. Dan beberapa pemikir paling cemerlang yang pernah terlahir ke dunia seperti Leonardo, Benjamin Franklin, Winston Churchill, dan Ernest Hemingway, semuanya suka bekerja dengan berdiri.

Mungkin yang kita perlukan adalah sedikit sentuhan teknologi buatan sendiri agar kita semua mau mengubah kebiasaan buruk ini. (Kbb)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of