Banjir Sulawesi: BPNB Catat 72 Rumah Hanyut dan Ribuan Jiwa Mengungsi

0
Kondisi banjir Sulawesi. Foto: BNPB.

Oleh: Ahmad ZR

Semaranginside.com, Jakarta — Sejumlah kabupaten terdampak banjir di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Bencana di beberapa provinsi tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dan kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga kini mencatat, banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyebabkan 1.091 kepala keluarga (KK) atau 4.198 jiwa mengungsi. Enam kecamatan terimbas banjir adalah Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano.

“Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling tinggi yaitu 13 desa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Senin (10/6).

Musibah banjir tersebut juga menyebabkan 72 rumah hanyut dan ribuan lain terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara mencatat, kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah 970,3 hektare, lahan jagung 83,5 hektare, dan lahan lainnya 11 hektare. Sementara, kerusakan di sektor perikanan terjadi pada tambak seluas 420 hektare.

Baca Juga:  Prediksi Perolehan Kursi DPRD Jateng Hasil Pileg 2019

“Jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antarprovinsi di Asera,” ungkap Sutopo.

Masih di Provinsi Sulawesi Tenggara, beberapa wilayah terdampak di Kabupaten Konawe, tetangga Konawe Utara. Banjir yang juga dipicu oleh curah hujan tinggi mengakibatkan 36 jiwa mengungsi dan 240 terdampak.

Untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik, BNPB memanfaatkan pesawat kargo. BNPB mengirim bantuan langsung ke Kendari logistik seberat 1.086 kg senilai Rp 218 juta.

BNPB juga mengaktivasi klaster logistik sehingga mengirimkan bantuan dari Kemensos dan PMI bantuan berupa family fit 200 kg, hygiene kit 200 kgBaby kit 200 kg, selimut 400 lembar jas hujan 100 lembar, rompi 100 unit dan matras 100 lembar. “Untuk distribusi ke titik pengungsi dilakukan dengan bantua helikopter BNPB,” kata Sutopo.

Sementara, Kepala BNPB Doni Monardo menyerukan kepada seluruh jajaran penanggulangan bencana, mulai dari BNPB dan BPBD untuk turun ke lapangan membantu masyarakat yang terkena bencana. “Kita semua adalah pejuang kemanusiaan dan kemanusiaan yang sangat mulia,” ujarnya.

Baca Juga:  Jagal Ditendang Sapi Kurban, Polisi Turun Tangan

Intensitas hujan tinggi yang menyebakan banjir di Sulawesi kali ini telah diprediksikan sebagai akibat aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang memasuki wilayah Samudera Hindia. BMKG pun sebelumnya memperkirakan adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah pada awal Juni ini, antara lain di wilayah Sulawesi.

BMKG juga telah menginformasikan terkait potensi curah hujan tinggi hingga 5 hari ke depan, 11 – 15 Juni 2019. Wilayah-wilayah dengan potensi hujan lebat pada periode tersebut antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sutopo menambahkan, BNPB terus melakukan pemantauan dan pengiriman tim reaksi cepat ke lapangan. Bantuan dana siap pakai juga telah diberikan kepada pemerintah daerah. “BNPB mengimbau BPBD untuk selalu siaga dalam menghadapi fenomena cuaca tersebut,” tuturnya. (AIJ/Ags/INI-network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of