Basarnas Berhasil Evakuasi 6 Korban Kecelakaan Karambol di Batang

0
Simulasi penanganan kecelakaan karambol oleh Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Rabu (11/9). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Tim dari Basarnas berhasil mengevakuasi 6 korban kecelakaan karambol yang mengakibatkan 1 korban meninggal dunia dan 5 lainnya cedera pada Rabu (11/9) siang. Kecelakaan yang terjadi di exit tol Batang tersebut melibatkan 1 unit sepeda motor dan 3 unit mobil.

Keadaan lokasi kejadian cukup memprihatinkan. Dua mobil terbalik dan satu motor menimpa satu korban yang sudah tidak bisa diselamatkan jiwanya.

Keluarga korban melapor ke Kantor Basarnas Semarang. Dengan sigap para penyelamat berkoordinasi dan menuju titik lokasi kejadian kecelakaan.

Evakuasi berjalan dramatis lantaran dalam kecelakaan tersebut juga terjadi kebakaran. Tim SAR sempat kewalahan karena keadaan yang mendesak.

Simulasi penanganan kecelakaan karambol oleh Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Rabu (11/9). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Tim kemudian bergerak cepat memadamkan api dan memastikan mobil dalam keadaan stabil (tidak bergoyang) serta mematikan kelistrikan mobil. Peralatan khusus digunakan untuk memotong dan memecahkan kaca mobil, sehingga memudahkan tim SAR mengeluarkan korban dari dalam mobil menuju tim medis.

Baca Juga:  Form C1 Boyolali, Seknas Prabowo-Sandi: Polisi Kayak ‘Jinny Oh Jinny’

Korban berhasil dibawa menuju tim medis kemudian dievakuasi ke mobil ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Serangkaian kejadian tersebut merupakan simulasi yang dilakukan Basarnas di mess Kantor SAR Semarang. Hal ini dilakukan untuk menguji Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dimiliki Basarnas dalam melakukan evakuasi korban kecelakaan dengan penanganan khusus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Aris Sofingi mengatakan pemilihan seting kecelakaan karambol kali ini dilakukan dikarenakan wilayah kerja Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang adalah meliputi jalur pantura, tol dan jalanan darat.

“Kita tahu kecelakaan di jalur darat di wilayah Jawa Tengah sangat tinggi karena mobilitasnya yang dominan menggunakan jalur pantura dan tol. Oleh karena itu kami ingin para personel melatih kemampuan, keterampilan dan ketelitian dalam melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan korban,” kata dia.

Baca Juga:  Revisi UU KPK Serangan Balik Koruptor

Aris memaparkan, kecelakaan dengan penanganan khusus ini memerlukan personel dengan keahlian khusus pula. Selain itu, alat-alat yang digunakan adalah alat khusus yang dirasa akan membantu dalam proses operasi pencarian dan pertolongan.

Meskipun sudah melakukan simulasi, Aris mengatakan kesulitan lain akan ditemui tim SAR dalam pencarian dan pertolongan korban, seperti banyaknya kendaraan yang terlibat kecelakaan karambol.

“Ketika terjadi kecelakaan karambol, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerusakan yang lebih parah. Ada yang mobilnya ringsek hingga bertumpuk dengan mobil lain,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Aris, kemungkinan pihaknya akan membutuhkan bantuan alat berat, jika kekuatan manusia saja tidak akan mampu memindahkan mobil yang menyulitkan evakuasi. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of