Bawaslu Jateng: Ada KPPS Tak Cermat Mengisi C-1, KPU Wajib Hati-Hati

0
Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Subhi.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Bawaslu Jawa Tengah menemukan masih adanya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jawa Tengah yang tak profesional atau tidak sempurna dalam mengisi formulir model C-1 dalam Pemilu 2019.

Misalnya, ada KPPS yang tak menulis angka perolehan suara di formulir C-1 . Ada juga C-1 planonya hanya menggunakan kertas biasa karena kertas C-1 planonya kurang. Ada juga C-1 yang banyak coret-coretan.

Formulir model C-1 adalah formulir yang berisi perolehan suara peserta pemilu. Data inilah yang akan menjadi pegangan untuk melihat perolehan suara pemilu 2019.

“Berdasar pencermatan Panwascam masih ada beberapa KPPS yang tidak sempurna dalam mengisi formulir C-1 sehingga diperkirakan ada perbaikan data di tingkat kecamatan,” kata Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar Saka di Semarang, Jum’at (19/4).

Mulai hari ini, jajaran KPU di tingkat kecamatan sudah mulai melakukan rekapitulasi perolehan suara di masing-masing kecamatan. Rekapitulasi ini bagian dari lanjutan pemungutan suara yang dilakukan pada 17 April lalu di masing-masing TPS. Setelah dari TPS, maka berkas-berkas logistik pemilu 2019 sudah diserahkan ke tingkat kecamatan.

Baca Juga:  Reuni Alumni 212 Akan Digelar 2 Desember di Monas

Bawaslu Jawa Tengah menghimbau agar KPU mengutamakan kecermatan dalam rekapitulasi. “Harus hati-hati betul. Tidak hanya mengejar agar cepat selesai. Tapi bisa cermat dan pelan-pelan saja,” kata Fajar.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah Anik Sholihatun menambahkan, dalam proses rekapitulasi suara, jajaran KPU tak perlu tergesa gesa. Harus cermat karena yang dirakapitulasi bagian dari hasil pemilu. Dalam Pemilu, satu suara tak boleh diabaikan.

Bawaslu Jawa Tengah mendorong seluruh koreksi perbaikan dan keberatan diselesaikan dan dituntaskan secara terbuka di rapat pleno rekapitulasi tingkat kecamatan. “Jangan dibiarkan berlarut hingga jenjang ke atasnya,” kata Anik.

Seluruh Panitia Pengawas Pemilu tingkat kecamatan di Jawa Tengah terus menerus mengawal dan mengawasi proses rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan yang sudah mulai pada hari ini, Jumat (19/4).

Berbagai peristiwa melingkupi dalam proses rekapitulasi di tingkat panitia penyelenggara kecamatan (PPK) itu.

Baca Juga:  Ada Tidaknya Jokowi, Ganjar Ngaku Siap Kampanye

Di Surakarta, Ketua Panwascam Jebres, Agung Nugroho menyampaikan usulan di rapat pleno agar rekapitulasi di tingkat kecamatan untuk sementara dilakukan dengan cara satu panel saja. “Mengingat jumlah saksi yang hadir hanya satu atau dua per peserta pemilu. Rekapitulasi satu panel untuk memberi hak agar saksi (peserta pemilu) bisa fokus,” kata Agung. Atas usulan itu, PPK Jebres menyepakatinya.

Di Sragen, ada satu kecamatan yang ruang rapat plenonya tanpa sekat. Hanya saling membelakangi antar peserta panel. Panwas meminta agar rapat pleno tidak dimulai terlebih dulu. Ruang rapat panel harus diberi sekat agar rapat bisa fokus.

Dari Blora dilaporkan, di Kecamatan Kedungtuban pagi ini ada satu panel pleno PPK. Kemungkinan nanti siang akan ada tiga panel. Saksi parpol ada yang meminta pembacaan rekapitulasi suara langsung per desa saja. Namun, usulan itu segera ditolak jajaran Bawaslu. Sebab, rapat pleno harus sesuai dengan prosedur. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of