Beri THR Rp 200 Ribu, Disnaker Tegur Perusahaan

0
Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang memantau pelaksanaan pembayaran THR lebaran 2019.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Demak – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng menegur perusahaan yang membayar Tunjangan Hari Raya (THR) pegawainya dengan tak manusiawi. Ada perusahaan yang hanya membayar Rp 200 ribu, dan itu menjadi satu dari 21 aduan pembayaran THR pada lebaran 2019 ini.

“Ada yang mengadu hanya menerima Rp 200 ribu. Perusahaanya di Semarang. Ini jelas tak manusiawi,” kata Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang di sela-sela pantauan ke sejumlah perusahaan di Demak, Selasa (28/5).

Mestinya, nominal THR yang dibayarkan perusahaan pada pekerjanya dengan masa kerja minimal setahun yakni satu kali gaji. Satu kali gaji ini bukan gaji pokok melainkan gaji dan tunjangan sebagaimana yang diterima per bulannya.

Baca Juga:  Arema Percaya Diri Hadapi PSIS

Dari 21 aduan yang telah masuk, pihaknya langsung menangani. Ada 165 pengawas yang bertugas di 35 kabupaten di Jawa Tengah. Dari 21 aduan tersebut, delapan diantaranya di Semarang. Lainya dari Jepara, Purbalingga, Demak dan Pati.

Jumlah aduan ini sebenarnya menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 ada 36 aduan dan tahun 2018 ada 26 aduan.

Selanjutnya, Wika mengingatkan jika THR itu bentuknya uang. Tidak boleh sebagian THR dipotong dan diwujudkan parcel lebaran, sementara nominal THR yang diterima pegawai justru di bawah sekali gaji.

Ada dua macam sanksi yang bisa diberikan jika perusahaan tak memenuhi aturan pembayaran THR. Pertama, jika terlambat membayar THR maka perusahaan wajib membayar THR plus 5% dari nominal total THR karyawan dan uang dikelola untuk kesejahteraan karyawan. Kedua, jika tidak memberikan THR padahal kondisi keuangan bagus maka bisa dikenai sanksi administrasi hingga rekomendasi pencabutan izin operasional.

Baca Juga:  Mahasiswa Baru UIN Walisongo Bakal Diwajibkan "Mondok"

Dalam pantauan itu, Wika dan tim pengawasan menuju ke PT Charoen Pokphand Indonesia yang ada di perbatasan Demak dan Semarang serta PT Hartono Istana Teknologi Demak yang memproduksi alat-alat elektronik merk polytron.

Di dua lokasi tersebut Wika mengaku lega. “Di dua tempat ini bagus. THR sudah dibayarkan tepat waktu, nominalnya juga sesuai,” jelas Wika. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of