Bertetangga dengan Terduga Teroris, Wali Kota Kaget

0
Wali Kota Hendrar Prihadi. Foto : semarangkota.go.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengaku kaget mendengar tetangganya ada yang ditangkap karena diduga masuk jaringan teroris. Terduga tersebut yakni Taufik Teguh Prasetyo (46), beralamat di Lempongsari, Gajahmungkur. Taufik bahkan merupakan Ketua RT 2 RW 3 dan gang rumahnya bersebelahan dengan rumah Hendi.

“Saya kaget karena menurut saya Lempongsari ini warganya rukun, kompak, dan tidak ada yang macem-macem ataupun bikin onar. Kalau kenal dekat tidak, tapi saya tentu mengenalnya karena kita sering kumpul masyarakat apalagi masih Ketua RT,” ungkapnya dikutip dari situs resmi Pemkot Semarang, Rabu (15/5).

Baca Juga:  Upacara HUT RI di Balai Kota, Hendi Pamer Prestasi

Hendi mengimbau kepada keluarga, warga setempat dan seluruh Kota Semarang untuk tidak panik.

“Terutama untuk warga Lempongsari tidak usah panik.”

Hendi mempercayakan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

“Saya rasa pihak kepolisian sudah mempunyai data-data dukung yang kuat jadi kami merasa prihatin. Mudah-mudahan persoalannya tuntas dan selesai serta tidak ada yang membuat kota ini menjadi tidak kondusif,” ujarnya.

Taufik diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah sekolah swasta. Dia juga diketahui melatih seni bela diri. Di rumah, Taufik bersama istri juga membuka usaha menjahit.

Menurut salah seorang keponakannya, dia ditangkap Selasa (14/5) pagi jelang sahur. Dia saat itu izin keluar rumah untuk membeli obat buat sang istri. Namun, ternyata Taufik tak juga pulang.

Baca Juga:  Bawa Obor ASEAN School Games, Gubernur Gowes Wali Kota Berlari

Siangnya, beberapa petugas yang mengaku dari Densus 88 datang ke rumah dan memberitahu bila telah menangkap Taufik. Para petugas tersebut juga berbicara langsung dengan istri Taufik.

Terpisah, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rykco Amelza Dahniel membenarkan penangkapan terduga teroris di Jawa Tengah. Bahkan jumlahnya lebih dari satu. Menurut dia, pemeriksaan masih berlangsung di Mapolda Jawa Tengah.

“Ini ada penangkapan, proses penegakan hukum terhadap kasus terorisme yang dilaksanakan Densus. Ada 8 tersangka,” katanya kepada wartawan.(nug)

 

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of