Bongkar Kecurangan Pemilu: Surat Suara Tercoblos dan Ribuan Pemilih di Bawah Umur

0
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sugiono. Foto: Istimewa

Oleh: Muhajir

Semaranginside.com, Jakarta – Direktur Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sugiono, membeberkan data indikasi kecurangan yang terjadi di pemilu 2018. Bukti tersebut mulai dari video surat suara yang tercoblos hingga perbedaan data C1 dengan website KPU.

“Kami tidak bisa menunjukkan semua bukti karena ada ribuan. Tapi kami akan tunjukkan beberapa,” ujarnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (22/4).

Pertama, Sugiono memperlihatkan video yang menunjukkan surat suara telah tercoblos paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Kejadian seperti itu terjadi di berbagai wilayah, seperti di Banyuwates Jawa Timur, Bekasi Jawa Barat, hingga Tangerang Banten.

Dia melanjutkan, bukti kedua yakni adanya petugas KPPS yang mencoblos surat suara saat pemungutan berlangsung yang disebut terjadi di Selo Boyolali dan Bekasi. Kasus surat suara tercoblos di Malaysia juga merupakan bukti kuat.

Baca Juga:  Mapping OJK; Infrastruktur Jateng Jadi Potensi Besar

Bukti selanjutnya, terdapat kotak suara untuk Pilpres yang tidak tersedia di TPS hingga kotak suara tidak tersegel. Selain itu, salah satu bentuk kecurangan ialah amburadulnya Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Juru Bicara Tim IT BPN Prabowo-Sandi, Agus Muhammad Maksum mengatakan, ada sekira 17.553.708 kesamaan data DPT pada 3 April 2019 dengan 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari.Tak hanya itu, ada banyak data ganda, misalnya dalam satu Kartu Keluarga ada banyak sekali anggota keluarga.

“Kemudian ada ratusan pemilih dengan usia di atas 90 tahun dan 20 ribu pemilih berusia di bawah 17 tahun,” ujar Agus.

Di samping itu, ada kecurangan berkali-kali di website resmi KPU. Hal tersebut layak disebut kecurangan karena kesalahannya sama dan berkali-berkali, capres 02 dicurangi.

Baca Juga:  Rizal Ramli: Anggaran Impor Capai Rp23 Triliun

“Suaranya (paslon 02) dikecilkan dan suara 01 dibesarkan. Bahkan KPU sendiri sudah mengakui adanya kesalahan kirim data,” katanya.

Hal yang janggal selanjutnya adalah, beberapa hari ini laman KPU terlihat cenderung mempertahankan keunggulan Jokowi-Ma’ruf di kisaran 54 persen. Padahal, terdapat banyak data yang bisa diinput KPU yang menunjukkan Prabowo-Sandi menang di banyak TPS.

Maka itu, Agus berharap Polisi segera menindak tegas kepada oknum KPU yang terlibat manipulasi data. Petugas KPU yang menginput data harus bisa dipastikan menjalankan tugas dengan adil, jujur, dan profesional.

Mengenai kecurangan-kecurangan tersebut, BPN akan membawa bukti-bukti tersebut ke KPU dan Bawaslu. Meski sebelumnya, persoalan ini telah dilaporkan ke Bawaslu dan KPU melalui surat. (EPJAgs/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of