Bupati Indramayu Supendi Jadi Kepala Daerah ke-120 yang Dijerat KPK

0
Ilustrasi suap. Foto: Istimewa

Oleh: Rudi Hasan

Semaranginside.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Indramayu, Supendi, bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Supendi diduga menerima suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Tahun 2019.

“KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2019,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/10) malam.

Sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, KPK menetapkan empat tersangka, yakni tiga orang sebagai penerima masing-masing Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono. Sementara, sebagai pemberi suap yakni Carsa AS dari unsur swasta.

Baca Juga:  BEM Jadebotabek-Banten Tuntut Presiden Keluarkan Perppu

Basaria menyatakan, pemberian yang dilakukan Carsa pada Supendi dan pejabat Dinas PUPR diduga merupakan bagian dari commitment fee (jatah suap) 5 sampai 7 persen dari nilai proyek. “SP diduga menerima total Rp200 juta, yaitu Mei 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk THR, 14 Oktober 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit dan pembayaran gadai sawah,” ujar Basaria.

Kedua, Omarsyah diduga menerima uang total Rp350 juta dan sepeda dengan rincian dua kali pada Juli 2019 sejumlah Rp150 juta, dua kali pada September 2019 sejumlah Rp200 juta, dan sepeda merek NEO dengan harga sekitar Rp20 juta.

“WT (Wempy Triyono) diduga menerima Rp560 juta selama lima kali pada Agustus dan Oktober 2019,” tutur Basaria.

Baca Juga:  BEM SI Bacakan Sumpah Mahasiswa di Depan Istana

Ia menyatakan, uang yang diterima Omarsyah dan Wempy diduga juga diperuntukkan kepentingan Supend dalam pengurusan pengamanan proyek, serta untuk kepentingan masing-masing mereka berdua.

Sebagai penerima, Supendi, Omarsyah, dan Wempy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagai pemberi suap, Carsa disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Supendi kini menggenapi jumlah 120 kepala daerah yang dijerat KPK karena kasus rasuah. (AIJ/Ant/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of