Bupati Karanganyar Gulirkan Pemekaran, Ganjar; Wacana Itu Tak Relevan

0
Ilustrasi. Peta Jawa Tengah. foto: Istimewa

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Menanggapi wacana pemekaran yang dilontarkan Bupati Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tidak ada urgensinya sama sekali untuk melahirkan provinsi baru. Bahkan jika menilik Desain Besar Penataan Daerah (Desartada), isu pemekaran Soloraya tidak memenuhi syarat.

Ganjar menilai alasan Bupati Karanganyar itu sangat tidak relevan. Jika yang dipersoalkan adalah perekonomian maupun kesejahteraan masyarakat di Soloraya, bukan ide pemekaran yang digulirkan namun peningkatan kinerja pemimpin daerah, terlebih bupati. Ganjar pun meminta pemerintah daerah di Soloraya yang menginginkan pemekaran untuk berkaca terkait kinerjanya selama ini. Jangan sampai karena tidak bisa memberikan kemajuan dan kesejahteraan bagi warganya, mereka langsung memunculkan wacana pemekaran wilayah.

“Kalau masalah ekonomi, saya autokritik dong. ‘Jangan-jangan saya yang keliru? Jangan-jangan pemerintah yang keliru?’ Kecuali kalau sudah ganti kepala daerah yang populis hingga konseptor tapi problemnya masih sama,” kata Ganjar saat berkunjung di Surakarta, Rabu (9/10).

Baca Juga:  Rekor Final Terlama Wimbledon, Djokovic Tundukkan Federer

Soloraya itu menurut Ganjar sudah luar biasa. Makanya dia mengatakan mesti hati-hati menggulirkan isu. Jangan sampai ada orang yang punya interest pribadi memanfaatkan isu semacam ini, seperti ingin jadi gubernur di provinsi baru itu atau ingin berkuasa. Karena berdasarkan pengalamannya semasa jadi anggota DPR RI, ada bupati yang menghendaki pemekaran provinsi lantas mengajukan diri sebagai gubernur. Meskipun ketika awal pengusulan bersumpah tidak ada tendensi pribadi. Ganjar juga mengisahkan saat Brebes Selatan ingin mekar jadi kabupaten sendiri.

“Saya tanya ke mereka, ‘Sebutkan 3 alasan kenapa harus ada pemekaran? Mereka jawabannya pelayanan kurang, sekolah yang enggak ada dan lain-lain. Maka itu semua langsung kita dekatkan. Yang butuh pelayanan cepat bisa pakai online, kantor pelayanan kita dekatkan, dan infrastruktur pendidikan juga kita sediakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Diwarnai Salah Entry, Rekapitulasi Perolehan Suara di KPU Jateng Molor

Ganjar Pranowo menilai wacana Soloraya menjadi provinsi butuh penelitian dan pengkajian lebih dalam dengan melibatkan para pakar. Apalagi untuk pemekaran suatu wilayah ada landasan-landasan aturannya, yakni Desain Besar Penataan Daerah (Desartada).

“Harus ada kajiannya. Persoalan urgen yang mendasari. Kalau perekonomian, luasan daerah itu kurang logis. Kita di Jawa ini luas wilayahnya tidak seberapa jika dibanding Kalimantan, Papua maupun Sumatera,” katanya.

Wacana pemekaran wilayah Soloraya menjadi provinsi semula digulirkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Politikus Partai Golkar itu menilai pemerintah daerah di Soloraya, yakni Boyolali, Klaten, Sragen, Wonogiri, Sukoharjo, Solo, dan tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Magetan, Ngawi, dan Madiun, perlu membentuk provinsi baru.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of