Bupati Kudus Nonaktif Bantah Terima Suap Jual Beli Jabatan

0
MH Tamzil hadirkan dalam sidang sebagai saksi atas terdakwa Plt Sekretaris DPPKAD Kudus, Akhmad Shofian di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (4/11). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Bupati Kudus nonaktif, MH Tamzil membantah jika disebut menerima uang suap jual beli jabatan di Pemkab Kudus senilai Rp 750 juta. Dia menolak keras atas pernyataan yang melibatkan dirinya dalam kasus suap yang dikaitkan dengan dirinya.

Bupati Kudus nonaktif tersebut menuturkan, tidak ada istilah jual beli jabatan yang dikondisikan olehnya. Karena semuanya dilakukan sesuai prosedur. Jikalau Plt Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kudus, Akhmad Shofian dan istrinya lolos seleksi waktu itu, berarti mereka dinilai memenuhi syarat dan layak.

Baca Juga:  Kasus Meikarta, KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru

Namun Tamzil tidak memungkiri bahwa dirinya pernah ditawari uang oleh staf khususnya yang bernama Agoes Soeranto. Dia menceritakan, staf khususnya tersebut pernah membawa uang ke ruangan tetapi Tamzil menolak. Agoes juga tidak memberitahu dari siapa uang tersebut berasal.

Dia mengaku, setiap kali ditawari uang yang sumbernya tidak jelas, maka dia selalu menolak. “Pasti kalau ditawari uang yang tidak jelas suruh bawa keluar. Soalnya saya takut sama KPK,” tegas Tamzil, Senin (4/11).

Baca Juga:  KPK Endus Keterlibatan Pejabat, Anggota DPR, dan Swasta Lain di Korupsi E-KTP

Dalam kesempatan itu, Tamzil juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan siapapun sebagaimana yang didakwakan. Termasuk dari staf khusus Agoes dan ajudan pribadinya Uka Wisnu Sejati.

“Terkait aliran dana, saya tidak tahu. Masalah Agoes dan Uka mengaku menerima bagian uang dari saya itu tidak benar. Tidak pernah,” tandas Tamzil.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of