Car Free Night di Kawasan Wisata Kota Lama, Dishub: Tak Ganggu Lalu Lintas

0
Suasana Car Free Night di Kawasan Wisata Kota Lama Semarang.

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Car Free Night (CFN) di Kota Lama Semarang pada setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 hingga 24.00 dijamin tidak akan mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut. Terlebih lagi, yang saat ini yang ditutup hanya Jalan Letjen Suprapto, yakni mulai persimpangan Jalan Cendrawasih hingga Jembatan Mberok.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Danang Kurniawan menerangkan, kendaraan bermotor yang datang dari arah timur dipersilakan untuk melewati Sayangan untuk kemudian ke Jalan Agus Salim atau menuju ke arah Jalan Arteri.

Sedangkan kendaraan bermotor dari barat diperlisakan untuk lewat melalui Stasiun Semarang Tawang atau Polder Tawang untuk kemudian melewati Jalan MT Haryono atau menuju Jalan Pengapon.

Baca Juga:  Semarang Lama Dijadikan Cagar Budaya Nasional

“Tidak akan mengganggu. Yang ditutup saat ini cuma satu jalan,” kata dia, Sabtu (12/10).

Dia menambahkan, pemberlakuan CFN di Kawasan Kota Lama Semarang juga diikuti dengan penambahan fasilitas penunjukkan untuk para wisatawan, salah satunya adalah mobil golf untuk mengantarkan wisatawan dari kantong parkir menuju pusat Kota Lama yakni di Taman Srigunting.

“Rencana awal kami akan menempatkan mobil golf di Tantular, Sendowo dan Suprapto. Ini akan selalu bergerak mengantar pengunjung ke sekitar Taman Srigunting secara gratis,” jelas Danang.

Namun, Danang mempersilakan para wisatawan untuk memilih. Jika memang merasa tidak lelah berjalan dari satu titik ke titik yang lain, maka dipersilakan berjalan kaki sembari melihat keindahan Kota Lama.

Baca Juga:  Angkasa Pura Sumbang Rp 330 Juta untuk Kota Lama

Dia menambahkan, beberapa kantong parkir yang telah disiapkan, antara lain di gedung PT Damri di Jalan Mpu Tantular, lahan milik PTPN di Jalan Merak, kantong parkir belakang DMZ di Jalan Branjangan dan depan Kantor Pos. Selain itu, tepi Jalan Sendowo dan Jalan Kedasih bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk memarkirkan kendaraan.

Danang juga meminta masyarakat untuk memarkir kendaraan di tempat parkir yang disediakan pemerintah. Sebab, tidak dipungkiri saat ini banyak tukang parkir liar yang memungut biaya jauh lebih mahal daripada harga yang ditenrukan pemerintah.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of