Diboikot Nitizen, CEO Bukalapak Minta Maaf

0
Foto: instagram/achmadzaky

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Cuitan Achmad Zaki membuat berang pendukung Jokowi. Netizen membuat gerakan memboikot aplikasi Bukalapak, tapi tak sedikit yang membelanya

semaranginside.com, Jakarta — Cuitan bos Bukalapak, Achmad Zaky di akun media sosial Twitter miliknya menjadi kontroversi. Pantauan tim indonesiainside.id sejak Kamis (14/2), hashtag atau tagar #uninstallbukalapak menjadi trending topic atau pembicaraan nomor satu di Indonesia.

Penyebabnya adalah salah satu cuitan Ahmad Zaky yang menyinggung soal rendahnya dana riset di Indonesia. Dalam cuitannya, ia menyinggung perbandingan soal dana riset Indonesia dengan negara lainnya di dunia.

Selain itu, Achmad Zaky menyebut omong kosong industri 4.0 jika budget research and development (R&D) Indonesia masih jauh dibanding negara-negara lain.

Baca Juga:  Beri Bukti, BPN Akan Umumkan Rekapitulasi C1

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky di cuitannya. Dan kini cuitan tersebut telah dihapus.

Cuitan tersebut kemudian dipersoalkan netizen, karena dianggap mendukung Capres 02 Prabowo Subianto. Mereka mengkritik cuitan CEO Bukalapak tersebut lewat tagar #uninstallbukalapak yang akhirnya menjadi trending topic di Twitter. Menanggapi hal tersebut, Zaky kemudian mengklarifikasi persoalan ini. Seperti ditulisnya

Zaky menjelaskan tujuan dari cuitannya yang dipersoalkan itu adalah menyampaikan fakta. Menurutnya, dalam 20-50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi dalam riset dan SDM kelas tinggi agar tidak kalah dibanding negara-negara lain.

Baca Juga:  Keok Dari Malaysia dan Thailand, Bagaimana Peluang Indonesia ?

“Kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia selama ini sangat menyemangati kami. Semoga ke depannya industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju,” tulisnya.

Zaky kemudian minta maaf kepada pendukung Jokowi. Dia mengatakan Jokowi dia kenal sebagai sosok yang baik, bahkan sudah dianggap sebagai ayah sendiri.

Warganet terbelah menjadi dua kubu. Netizen yang tersinggung dengan cuitan Zaky menolak aksi tagar #uninstallbukalapak. Sedangkan netizen yang tergabung dalam tagar #DukungBukalapak menyayangkan adanya aksi boikot yang diserukan oleh sejumlah pihak. Meskipun demikian, tidak sedikit Netizen yang memilih untuk netral dan memandang positif femonema ini. Seperti yang dicuitkan oleh akun @eyang_kromo

“Jujur BL adalah aplikasi pertama saya ketika mulai belanja online..sampe saya deposit lumayan banyak di sini..aplikasi yg memberi saya banyak manfaat…terlalu naif klo gegara beda pendapat langsung dihabisi…ironis…semoga BL tetap eksis dan semakin maju,” tulisnya. (Kbb)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of