Dakwah Arifin Ilham, Dakwah Semesta

0
M Arifin Ilham bersama 3 istrinya. Foto: Dok. Pribadi

Oleh: Herry M. Joesoef

Semaranginside.com, Jakarta — Nama lengkapnya Muhammad Arifin Ilham. Lahir di Banjarmasin, 8 Juni 1969. Di usianya menjelang 50 tahun, ia wafat di Penang, Malaysia. Jamaahnya puluhan bahkan sampai ratusan ribu yang tersebar di seantero Nusantara dan luar negeri.

Arifin bukanlah sosok ustadz yang eklusif, sebaliknya, ia egaliter, bergaul dengan berbagai kalangan, dan mau mendengar nasihat dari orang lain. Dakwahnya melalui majelis Az-Zikra yang ia rintis sejak tahun 1997 itu cukup unik: zikir berjamaah. Ia telah memilih hidup sebagai pendakwah. Berdakwah dengan cara mendatangi serta memberikan contoh dengan akhlak dan adab yang baik.

Tentang  pilihan  dakwahnya  itu, Arifin melaksanakannya secara konsisten. Baginya, berdakwah mesti dijalani dengan konsisten, sambil terus diperbaiki di tengah jalan.

Suatu hari, Arifin diserang oleh beberapa orang ustadz yang tidak setuju dengan cara dakwah yang menggunakan pendekatan zikir berjamaah. Arifin pun mendengarnya, lalu ia mengajukan hujjahnya yang dilandasi dengan hadits-hadits shahih. Mereka yang sebelumnya antipati itu akhirnya jadi simpati. Dari lisannya, ia telah mensyahadatkan lebih dari 700 mualaf.

Ada yang menarik pada diri Arifin. Setiap kali ia mendengar bahwa jalan dakwah yang ditempuhnya dikritik, ia malah mendatangi para pengkritiknya. Bukan untuk berdebat, tapi untuk menjelaskannya. Ada beberapa ustadz yang dulunya menentang Arifin, setelah didatangi dan berdialog, mereka menjadi sahabat-sahabatnya.

Baca Juga:  Sakit Membersihkan Dosa

“Arifin itu hidup dalam dakwah, karena itu Arifin selalu mengajak mereka yang tidak setuju untuk berdialog,” katanya suatu hari.  Itu sebabnya, meskipun Arifin berlatarbelakang Muhammadiyah, tetapi ia diterima oleh semua kalangan umat Islam. Dakwahnya meluas, tidak menyempit.

Tidak jarang terjadi, seorang ustadz yang cukup kondang, ketika melakukan poligami, jamaahnya malah melorot. Sebaliknya dengan Arifin, berpoligami dengan 3 istri, jamaahnya tidak semakin sepi. Majelis Az-Zikra yang mengadakan zikir setiap Ahad pertama di Sentul, jamaahnya terus bertambah, jalanan tol menuju Sentul dari arah Jakarta macet berkilo-kilo meter.

Ada kisah menarik ketika Arifin yang sudah beristri dua menikah lagi di tahun 2017. Melihat kenyataan tersebut, ada seorang ibu paruh baya yang selama ini menjadi jamaah setia, tiba-tiba marah berat dan mengancam tidak akan datang lagi di majelis Az-Zikra. Alasannya? Kasihan dengan dua orang istri Arifin yang sudah ada.

Suatu hari, salah seorang istri Arifin bertemu dengan si ibu tadi dan menceritakan bahwa mereka, istri pertama dan kedua, merestui pernikahan suaminya untuk yang ketiga kalinya. Dan mereka hidup bahagia. Kompak, tidak ada sak wasangka, apalagi saling iri. Melihat kenyataan tersebut, si ibu tadi akhirnya bisa menerima dan tidak jadi keluar dari majelis Az-Zikra.

Baca Juga:  Sepenggal Kisah Bersama Ustaz Arifin Ilham

Arifin adalah salah satu ustadz yang secara terbuka berbicara dan melaksanakan poligami. Tetapi, nanti dulu, Arifin melakukan poligami dengan syarat.

Sedikitnya ada lima hal yang disyaratkan oleh Ustadz Arifin ilham, agar pernikahan poligami tidak menimbulkan gejolak, baik di keluarga maupun lingkungan sosialnya.

Pertama, lakukan shalat istikharah terlebih dahulu;

Kedua, suami bisa menjadi imam dalam arti yang sebenarnya. Yakni, Imam dalam hal ilmu agama, dan imam dalam memimpin rumah tangga. Mampu secara rohani, jasmani, dan memberi nafkah secara layak;

Ketiga, suami tidak merokok, rutin shalat tahajud, shalat Subuh berjamaah di masjid, dan shalat-shalat wajib diusahakan untuk selalu berjamaah di masjid;

Keempat, disetujui oleh istri pertama, direntui oleh kedua orangtua dan kedua mertua, juga mendapat persetujuan dari anak-anaknya; dan

Kelima, mampu berbuat adil. Adil dalam memberi pangan, sandang, dan papan.

Jika syarat-syarat tersebut dipenuhi, jalan poligami akan bisa diterima oleh semua pihak. Begitulah jalan dakwah Muhammad Arifin Ilham, dakwah untuk alam semesta. (HMJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of