Dampak Bom Medan, Odar Digeledah Saat Antar Makanan ke Perumahan

0

Oleh: Andi Amriani

Semaranginside.com, Makassar – Bom bunuh diri di Mapolres Medan yang pelakunya mengenakan jaket Ojek Daring (Odar) hingga saat ini, masih hangat dibicarakan.

Sekelompok pengemudi Odar di Kota Makassar mengeluhkan kurangnya orderan hingga kepercayaan masyarakat terhadap Odar pun dirasakan mulai berkurang pasca bom bunuh diri. Dampaknya sangat besar, tidak hanya di Medan hampir seluruh daerah di Indonesia digemparkan dengan peristiwa tersebut.

Seperti halnya yang dirasakan Manca, salah seorang pengemudi Odar yang pagi ini, Jumat (15/11) mengantarkan orderan go food di salah satu perumahan elit di Kota Daeng. Dia merasa hal yang aneh, sikap sekuriti tidak seperti biasanya.

Baca Juga:  PPP Jateng Incar 5 Kabupaten dalam Pikada 2020

“Edede, barusanku antar makanan ke perumahan diperiksa makanan. Diperiksa jaketta. Digeledah juga tasku. Biasanya kalau sudah hormat sama sekuriti langsung dipersilahkan masuk,” katanya kepada INI-Network, saat ditemui di salah satu warkop.

Dia mengatakan, sejak tadi sudah dua kali mengantar orderan. Pertama membawa makanan ke perumahan. Terus yang kedua menjemput orang di perumahan yang berbeda. Tetapi perlakukan sekuriti tetap sama.

” Saya sempat bertanya ke pak securiti ketika ditahan, ada apa ini bos? Dia jawab untuk keamanan pak,” kata Manca melanjutkan ceritanya.

Baca Juga:  Wisma Perdamaian, Saksi Penahanan Pangeran Diponegoro Oleh Belanda

Karena itulah, dia memilih istirahat sejenak tidak lagi mengejar target. Dia juga mengatakan, pasca bom bunuh orderan sedikit berkurang tetapi dia berharap kondisi seperti itu, semoga tidak berlangsung lama.

” Semoga besok-besok tidak digeledahmi tasta kalau antar pesanan ke perumahan,” katanya.

(Ani/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of