Dari Wiji Thukul Hingga Munir, Maru UIN Walisongo Tampilkan Korban Kasus HAM

0
UIN Walisongo menampilkan MOB yang bertemakan para korban HAM di yang belum terungkap. Foto: istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Pada momen Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2019, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menampilkan Man of Board (MOB) yang bertemakan para korban HAM di Indonesia yang belum terungkap.

Kreativitas tersebut menjadi ramai diperbincangkan di jagad media sosial. Dalam video tersebut, ribuan mahasiswa baru terlibat menampilkan MOB yang bertema “Menolak Lupa” tersebut.

Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo 2018, Pryo Ihsan Aji menjelaskan, diperlukan waktu dua pekan untuk menyiapkan mob tersebut. Gagasan untuk menampilkan isu HAM pada MOB tahun ini tidak lepas dari tema besar PBAK 2019 yang mengusung Eksplorasi Spirit Kemanusiaan Menuju Indonesia Berperadaban.

Baca Juga:  NU dan FPI Kompak Soal Penguatan Ekonomi Warga

Pada MOB kali ini, DEMA UIN Walisongo mendokumentasikan beberapa korban kasus HAM yang belum terselesaikan, mulai dari Kasus Marsinah pada 1993, Wiji Thukul pada 1998, Munir pada 2004, dan Salim Kancil pada 2015 silam.

“Sebenarnya masih ada satu koreo lagi yang ingin kami tampilkan, yakni kasus yang menimpa Novel Baswedan pada 2017 lalu. Namun, setelah muncul beberapa pertimbangan akhrinya kami mengurungkan niat,” ungkapnya, Selasa (27/8).

Pryo mengatakan, dari aksi ini dirinya berharap Genwa (Generasi Walisongo) sebutan bagi mahasiswa UIN Walisongo dapat memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Dia ingin agar para mahasiswa baru dan masyarakat tidak lantas lupa pada kasus HAM yang belum terselesaikan.

Baca Juga:  Putra Maimoen Zubair: Soal Kata "Kafir" Ungkapan Pribadi Moqshith

Pryo mengaku tidak menyangka aksi MOB di kampusnya menjadi viral. Meski begitu, aksi tersebut memang misinya supaya bisa megingatkan masyarakat Indonesia.

Aksinya juga mendapat respon positif dari para petinggi kampus. Menurut Pryo baik Rektor hingga dosen mendukung, sebab yang terjadi adalah sebuah karya positif.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of