Demokrat Dipersilakan Keluar Dari Koalisi 02

0
foto: inilahkoran

Oleh: Urba Adiwijaya

Semaranginside.com, Jakarta — Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, menilai usul pembubaran koalisi pendukung capres-cawapres yang bergulir saat ini hanya pendapat sepihak dari Partai Demokrat.

“Itu pendapat sepihak partai Demokrat. Mungkin Demokrat melihat bahwa mereka sudah tidak lagi bagian dari koalisi,” kata Saleh dihubungi di Jakarta, Senin (10/6).

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik, mengusulkan pembubaran koalisi di tiap-tiap kubu pendukung capres-cawapres untuk menurunkan tensi politik akar rumput pascapelaksanaan Pilpres 2019. Namun, Saleh menilai munculnya usulan itu karena Demokrat mungkin melihat ada tawaran yang lebih baik.

Menurut dia, nada usulan keluar atau pembubaran koalisi memang terlihat banyak disampaikan oleh para pengurus Demokrat, belakangan ini. “Tentu ada target dan sasaran yang mau dicapai. PAN tidak bisa mencampuri sikap politik partai lain. Kami menghargai semua pilihan yang ada,” ujar dia.

Baca Juga:  Digugat Suteki, Rektor Undip Bereaksi

Dia menegaskan, apa yang dilakukan Demokrat saat ini adalah hal yang sah dan menjadi hak partai berlambang bintang mercy itu. Saleh pun menyatakan, pembentukan koalisi didasarkan atas kesadaran dan kerelaan semua pihak.

“Tidak ada paksaan sedikit pun. Dulu mereka juga gabung atas keinginan sendiri. Nah, sekarang kalau mau pisah, itu juga boleh atas keinginan sendiri,” ucapnya.

Dia menuturkan, pada dasarnya koalisi pilpres tidak perlu dibubarkan sekarang ini. Pada saatnya nanti, masing-masing partai memiliki hak menentukan sikap politik terhadap pemerintahan ke depan.

Dia menyampaikan, PAN juga suatu saat bisa saja menetapkan pilihan politik sendiri dan tidak bisa dicampuri pihak lain. “Biar nanti masyarakat yang memberi penilaian kepada semua partai yang ada. Masyarakat saat ini sedang melihat, mendengar, dan menyimak semua jalannya proses demokrasi. Mereka tentu sudah sangat cerdas untuk membaca seluruh sikap dan kebijakan politik masing-masing parpol,” tuturnya.

Baca Juga:  Isu Energi: Jokowi Tak Beri Solusi, Prabowo Sekadar Jargon

Lebih jauh, dia mengingatkan Demokrat agar sebaiknya mengambil posisi dan pilihan politik sendiri dan tidak perlu memberikan pernyataan yang tidak menyejukkan. “Saya kira Demokrat memiliki masalah tersendiri dengan Prabowo-Sandi. Jika itu betul, sebaiknya disampaikan langsung, tidak perlu diumbar di publik. Kalau diumbar, orang pasti akan menduga ada manuver tertentu untuk mendapatkan sesuatu,” kata dia.

“Kalau mau pergi baik-baik, silakan. Kalau membubarkan koalisi, harus dibicarakan lintas koalisi. Kalau mau pergi sendiri, saya kira itu hak. Silakan saja,” ujarnya pula. (AIJ/Ant/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of