Di Senayan, Penganut Syiah Jakarta Rayakan Ritual Ratapan

0
Penganut Syiah Rayakan Hari Kedukaan bertepatan 10 Muharram di Senayan, Senin (9/9). Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Oleh: Suandri Ansah

Semaranginside.com, Jakarta – Para penganut Syiah berkumpul di Stadion Tennis Indoor Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Suasananya begitu penuh nuansa duka.

Acara dibuka dengan senandung ratapan dengan lirik: “Kami menangis dalam tangisanmu. Kami meratap dalam dukamu. Oohh… Duka Zahro… Duka Zahro…Oohh… Zahro… Zahro… Zahro…Zahro.”

Demikian senandung para jamaah sambil menepuk dada dan mengangkat tangan ke atas. Fenomena ini biasa dilakukan penganut Syiah berkaitan dengan 10 Muharram atau disebut peringatan Karbala.

Seruan ratapan mereka terus menerus dibangun oleh pembawa acara sebelum orang yang ditokohkan naik mimbar. Dalam ceramah yang disampaikan Abdullah Ba’abud, segala kesedihan, ratapan, tangisan, dan air mata yang dipersembahkan pada hari Karbala.

Baca Juga:  Tommy Minta Fokuskan Dana Desa Untuk Pertanian

“Ketika manusia suci bersedih, ajak hati bersedih. Kalau mereka berperang kita berperang, kalau mereka berdamai, kita berdamai,” katanya, Senin (9/9).

Dalam keyakinan mereka, peringatan ini digelar seiring perang Karbala di daerah Kufah, Irak, tanggal 10 Muharram 61 Hijriah.

Pantauan Indonesiainside.id, lokasi acara dipenuhi ribuan penganut Syiah yang datang dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka mengenakan baju hitam-hitam sebagai simbol kedukaan. Mereka adalah pemuda, orang tua, laki dan perempuan, bahkan keluarga yang turut membawa anak-anak.

Jamaah laki-laki dan perempuan disekat kain hitam. Mereka menghadap panggung tempat tokohnya pidato. Tak hanya di bawah, jamaah juga memenuhi sebagian tribun bertingkat yang melingkar.

Baca Juga:  ASG 2019; Dua Pesilat Tuan Rumah Melaju ke Semifinal

Di luar stadion, berdiri stand penjaja makanan dan suvenir. Ada yang menjual baju anak-anak hitam bermotif kaligrafi “Ya Husein” dengan warna putih, buku-buku karangan ulama Syiah seperti Al Kafi, komik yang berkisah tragedi Karbala, tasbih, batu Karbala, hingga poster Khomeini.

Acara ini digelar Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Mereka berjaga di sekitar lokasi dengan menyandang senjata laras panjang. (Aza/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of