Dilan 1991 dan Sisi Gelap Geng Motor di Bandung

0
Adegan di Film Dilan 1990. Foto: Official Trailer Dilan 1990

Oleh: Suandri Ansah |

Pada era 90-an memang menjadi salah satu kota dimana balap liar dan kriminalitas sudah seperti gaya hidup anak mudanya

Semaranginside.com, Jakarta — Dilan 1991 merupakan sekuel dari film Dilan 1990 dan telah tayang di bioskop Indonesia sejak Kamis (28/2). Film ini diangkat dari novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1991.

Film garapan Fajar Bustomi mengisahkan romansa dua remaja SMA bernama Dilan dan Milea yang diperankan Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla. Pada film ini, MAX Pictures menceritakan Dilan terancam dikeluarkan dari sekolah akibat perkelahiannya dengan Anhar.

Dilan juga semakin sering berkelahi dan mendapatkan banyak musuh, dan membuat Milea merasa khawatir dengan masa depan Dilan jika terus-terusan terlibat dalam masalah.

Sebagai panglima perang di geng motornya, Dilan memang hobi ribut. Sampai suatu hari ia dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal, membuat Milea khawatir hingga melarangnya untuk ikutan geng motor lagi.

Di Bandung, tempat Dilan dan Milea bercinta, pada era 90-an memang menjadi salah satu kota dimana balap liar dan kriminalitas sudah seperti gaya hidup anak mudanya. Pada tahun 1999 kepolisian Bandung pernah menemukan dokumen geng motor setebal 20 halaman.

Dokumen itu memuat tiga doktrin utama geng motor; berani melawan polisi dengan pangkat komisaris ke bawah, bernyali baja melakukan kejahatan dan anggota harus berani melawan orang tua.

Baca Juga:  Tim Hukum Muhammadiyah Tempuh Pra Peradilan Kasus Siyono

Moonraker (M2R) adalah salah satu geng motor yang dikenal garang. Geng ini didirikan pada 1978 oleh siswa SMA di Jalan Dago. Buat anak Bandung, Moonraker adalah melegenda. Mereka selalu turun balapan antar life members atau klub lain saat lalu lintas sedang ramai-ramainya.

Jalan sesak di Ir. Juanda atau Dago menjadi ajang adu adrenalin. Soal riding skill dan kenekatan mereka menjadi buah bibir semua pembalap liar dan cewek-cewek Bandung. Dalam organisasinya terdapat jabatan panglima perang yang mengatur ketika terjadi perang antar-geng atau perebutan wilayah.

Moonraker menguasai daerah Dago dan Dipatiukur. Pada Desember 2011 terjadi bentrok dengan Geng XTC, satu anggota tewas dengan badan penuh tusukan. Tapi, di laman resminya, mereka mengaku sering dikambinghitamkan oleh para berandalan bermotor untuk melakukan aksi kriminal.

Malam-Malam yang Menyeramkan di Jalanan

Media asal Bandung, Pikiran Rakyat mencatat pada 30 Oktober 2007 keluar malam di Kota Kembang itu bisa jadi sangat menyeramkan. Sudut-sudut Kota penuh dengan corat-coret nama geng motor, seolah menjadi tanda bahwa itu ialah wilayah kekuasaannya.

Mereka gemar kebut-kebutan dan identik dengan kriminalitas. Sejak akhir 2006 hingga pertengahan 2007 banyak rentetan aksi brutal yang menjatuhkan korban. Harian Umum Pikiran Rakyat mencatat dua geng yang sering adu fisik ialah Brigez dan Exalt to Coitus (XTC)

Mengutip Tempo, Exalt to Coitus artinya kurang lebih ‘menyenangi segala sesuatu tentang seks’. Seiring waktu, namanya berubah menjadi Exalt to Creativity. XTC dibentuk pada 1987 oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung.

Baca Juga:  Gempa Cilacap Jateng Terasa dari Purworejo Hingga Bantul

Lambang XTC, lebah membawa samurai. Semboyan XTC: “Loe asik gw santai, loe usik gw bantai.” XTC memiliki sekitar 5 ribu anggota yang tersebar di Jawa Barat dengan pusat di Bandung. Untuk menjadi anggota, calon harus mengikuti penggojlogan di Lembang.

Biasanya calon akan diuji ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selanjutnya diadakan tes mengendarai motor ke rumah tanpa rem. Kegiatan lainnya konvoi, adu balap, dan kriminal, seperti penodongan.

Sementara Brigez, lawannya dibentuk pada 1980-an oleh siswa SMA 7 Bandung dengan singkatan Brigadir Seven. Pada 1999, nama geng berubah menjadi Brigadir Gestapu.

Awalnya mereka hanya balap liar, tetapi berubah menjadi tindakan kriminal. Sampai tahun 2018 permusuhan keduanya belum juga padam. Pada Minggu, 24 Maret 2018, seorang pemuda berjaket XTC dibacok segerombol anggota Brigez di Sukabumi, Jawa Barat.

Brigezsendiri menguasai Jalan Lengkong Besar dan Kecil, lalu Sudirman. Untuk menjadi anggota, calon wajib memiliki ketrampilan bermotor. Calon juga diuji dengan aksi mengundang bahaya dan meminum darah.

Satu dekade berselang, mereka terus mencoba memulihkan citra. Brigez, GBR, Moonraker, maupun XTC kini bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan yang aktif berkegiatan bersama ormas atau LSM. (Kbb)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of