Diming-imingi Rp20 Juta, Selundupkan 2 Kg Narkoba di Microwave

0
Konferensi pers penggagalan penyelundupan narkoba seberat 2,07 kg di Kantor Bea Cukai Semarang, Kamis (14/11). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Wanita berumur 18 tahun asal Jawa Timur, V nekat menyelundupkan 2.070 gram narkoba jenis methampetamine dari Bandara Kuala Lumpur. Aksi V yang dilakukan pada 3 November 2019 lalu tersebut kemudian terendus oleh petugas keamanan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan kemudian digiring ke kantor Bea Cukai Semarang.

Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Tjerja Karja Adil menerangkan, modus yang digunakan V adalah memasukkan methampetamine ke dalam beberapa bungkus dan dibagi ke dalam kardus microwave. Namun gelagat mencurigakan V tersebut diperhatikan oleh petugas keamanan bandara dan memeriksa lebih dalam.

Dari interogasi awal, V mengaku turun dari Bandara Kuala Lumpur ke Semarang untuk ke Kabupaten Pati dan kemudian selanjutnya meneruskan perjalanan ke Surabaya.

Baca Juga:  Geladi Bersih dan Jadwal Pelantikan DPRD Jawa Tengah 2019-2024

“Kami periksa di X Ray, kemudian tertangkap di layar bahwa di sana ada kristal bening yang kami curigai sebagai methampetamine. Setelah dilakukan pengujian awal dengan Narcotic Identification Kits (NIK) dan kemudian laboratorium Bea Cukai, ternyata hasilnya positif,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Kamis (14/11).

Dia menambahkan, methampetamine tersebut dikemas dan disembunyikan dalam kantong plastik sebanyak 4 buah di bagian atas dengan bruto 1.138 gram dan 6 buah di bagian bawah dengan bruto 932 gram. Sehingga totalnya 2.070 gram.

Baca Juga:  Bom Bunuh Diri Guncang Pos Polisi Kartasura

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, jika berhasil mengantarkan paket tersebut V akan diberi imbalan Rp 20 juta. Dari tangan V, diamankan ponsel, uang 30 Ringgit Malaysia dan Pasport.

Pihaknya masih mendalami apakah V masuk sindikat jaringan narkoba internasional atau tidak. Saat ini, orang yang memerintah V yang merupakan WNI namun berada di Malaysia sedang diburu.

Modus memasukkan narkoba ke dalam microwave ini merupakan kali pertama yang dilakukan di Jawa Tengah. Dikatakannya, saat ini Jateng yang sudah memiliki bandara internasional menjadi rawan sebagai sasaran para pelaku kejahatan narkoba.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of