Ditanya Hubungan Mega-Paloh, PDIP Beri Jawaban

0
Puan Maharani di Kompleks Parlemen Senayan. Foto : Antara

Oleh: Muhajir

Semaranginside.com, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan, Puan Maharani, mengklaim hubungan ketua umum PDIP dan NasDem, Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh, baik-baik saja. Bahkan, kata dia, tidak pernah ada ketegangan yang terjadi di antara kedua tokoh tersebut.

“Gak pernah ada kerenggangan. kalau politik ada dinamika ya biasa-biasa aja. Semuanya akrab, Jokowi berangkulan, Ibu Mega senyum-senyum salaman waktu Ibu Mega,” kata Puan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/11).

Isu keretakan hubungan antara Megawati dan Surya Paloh berawal dari pertemuan empat ketua umum Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pada 22 Juli 2019. Kala itu, Paloh menggelar pertemuan dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa di kantor DPP NasDem.

Baca Juga:  PDIP Solo Cuek, Gibran Rakabuming Temui Megawati

Tak lama kemudian, kejadian lucu sekaligus menyedihkan terjadi saat pelantikan Pimpinan DPR pada 1 Oktober lalu. Megah membuang muka saat Paloh berniat bersalaman.

Penggalan video yang memperlihatkan moment tersebut kemudian viral di media sosial. Video itu seolah-olah mengonfirmasi bahwa hubungan antar keduanya sedang dalam titik nadir.

Namun, Puan mengatakan hubungan keduanya tidak ada masalah. Ia lalu menceritakan momen kebersamaan dirinya dengan Paloh dan Mega saat penutupan dan HUT NasDem ke-8 di Jakarta pada Senin malam. Kala itu, Paloh menyambut Puan dan Mega, lalu naik lift bersama-sama.

Baca Juga:  Pilkada Serentak 271 Kabupaten/Kota, PDIP Tunjuk Bambang Pacul Jadi Ketua Bapilu

“Semuanya biasa-biasa aja, dan ini menunjukan kita tetap akur kita rukun ya bahwa ada dinamika itu biasa aja di politik,” ucap Puan.

“Koalisi masih solid, masih akur, dan masih mau sama-sama,” lanjut dia. Un juga mengklaim NasDem dan PDIP tidak terganggu dengan aksi saling sindir yang dilakukan masin g-masing kader.

Ketua DPR itu juga meniti sindiran Presiden Jokowi kepada Paloh adalah hal biasa dalam politik. Hanya sebatas kelakar untuk mencairkan suasana.

“Agar suasana berdinamika, cair. Ya memberikan sinyal-sinyal tertentu boleh-boleh saja,” ucap dia. (EP/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of