Ditunggu Capres yang Peduli Pendidikan

0
Siswa SDN Mulyorejo 05 belajar di ruang kelas yang rusak di Desa Mulyorejo, Silo, Jember, Jawa Timur, Rabu (27/2/2019). Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah |

Sampai usia 74 tahun kemerdekaan Indonesia, aspek pendidikan masih dibebani dengan berbagai persoalan

Semaranginside.com, Jakarta — Lembaga Perlindungan Anak GENERASI menyoroti keseriusan calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi dalam Pilpres 2019.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak GENERASI, Ena Nurjanah meminta pendidikan harus menjadi perhatian serius para kontestan Pilpres pada agenda debat ketiga, 17 Maret mendatang.

“Mereka harus didorong untuk memiliki kepedulian sekaligus kesungguhan mencari solusi dari berbagai masalah pendidikan melalui gagasan program yang mereka gulirkan,” ujar Ena dalam keterangan pers yang diterima Indonesiainside.id, Kamis (7/3).

Tema pendidikan pada debat ketiga menjadi menarik untuk dicermati mengingat sampai usia 74 tahun kemerdekaan Indonesia, aspek pendidikan masih dibebani dengan berbagai persoalan.

Menurut data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, kualitas pendidikan di Indonesia hanya menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang.

Lembaga ini mencatat, di antara persoalan pendidikan yang sering kali mengemuka adalah mengenai kurikulum yang tidak kunjung selesai. Salah satunya Kurikulum yang juga tidak sejalan dengan pelaksanaan UN (Ujian Nasional).

Baca Juga:  Tokoh PDIP Ingin Jadi Menteri, Lewat Satu Pintu

Menurut Ena, penyeragaman kurikulum tanpa melihat kondisi geografis, keberagaman siswa didik, ketersediaan sarana dan prasarana hanya membebani anak didik dan para guru yang mengajar.

“Seperti ketika penerapan kurikulum pendidikan mengakomodir adanya keberagaman kecerdasan dari tiap anak, tetapi saat UN semua anak dianggap memiliki kecerdasan yang sama secara intelegensi,” kata Ena.

Sementara, lanjut Ena, kecerdasan-kecerdasan lainnya, seperti kecerdasan kinestetis, kecerdasan linguistik, dan yang lainnya tidak lagi diperhitungkan.

Masalah pendidikan lainnya yang disorot Ena adalah sistem zonasi dalam penerimaan siswa didik baru. Meskipun bertujuan bagus, tapi dalam penerapannya pemerintah dianggap mengabaikan ketersedian sekolah di setiap wilayah.

Ena mengatakan, kebijakan ini justru menimbulkan perasaan terabaikan dari para siswa yang berada di suatu wilayah yang tidak memiliki sekolah negeri. Sehingga nilai-nilai UN tinggi yang mereka miliki tidak ada artinya.

“Siswa dengan nilai tinggi akan dikalahkan oleh siswa dengan nilai rendah tapi jarak rumahnya lebih dekat dengan sekolah negeri. Dampaknya akan melemahkan semangat belajar siswa yang sudah berjuang keras untuk mendapatkan nilai terbaik,” kata Ena.

Kesejahteraan dan Nasib Guru Honorer

Baca Juga:  Westlife Kagum Keindahan Borobudur dan Sam Poo Kong

Persoalan lain yang juga cukup menyita perhatian dunia pendidikan saat ini adalah keberadaan para guru honorer. Ena mengatakan, sampai saat ini, kesejahteraan mereka belum banyak mendapat perhatian.

“Padahal, kesejahteraan guru akan sangat mempengaruhi performa mereka dalam mengajar. Para guru honorer rata-rata sudah mengabdi bertahun-tahun namun dengan penghasilan yang sangat minim” kata Ena.

Dia memandang, guru merupakan bagian penting bagi sebuah sistem pendidikan. Guru adalah roda penggerak dari berjalannya pendidikan serta menghidupkan suasana belajar dengan kemampuannya.

Jadi, Ena menegaskan, sudah selayaknya keberadaan guru honorer mendapat perhatian yang sama dengan permasalahan pendidikan lainnya. Para guru honorer sesungguhnya bagian tak terpisahkan dari seluruh guru yang ada di Indonesia.

Mereka dipandang telah menjadi bagian dari elemen guru yang mampu memenuhi kekurangan guru-guru PNS yang jumlahnya tidak mencukupi. Para guru honorerlah yang telah memenuhi kebutuhan pengajar hampir disetiap wilayah di Indonesia.

“Dengan demikian, sudah selayaknya ada kebijakan yang sungguh-sungguh dari para calon pemimpin yang akan datang terhadap kesejahteraan para guru honorer,” Ena mempungkasi. (Kbb)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of