Dorong Sidak Elpiji 3Kg di Rumah Makan Skala Besar dan Industri

0
Ketua Bapemperda DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto. (foto: DPRD Jateng)

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan tabung gas elpiji ukuran 3Kg bagi masyarakat miskin meningkat. Pertamina telah mengalokasikan tambahan kuota, namun Pemprov Jawa Tengah diminta mengantisipasi penyalahgunaan barang berubsidi tersebut.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Yudi Indras Wiendarto mengatakan peningkatan kebutuhan gas 3Kg ketika menjelang dan saat lebaran memang wajar. Hal itu memang menjadi rutinitas tahunan karena saat lebaran masyarakat biasanya menyiapkan dan mengolah makanan lebih banyak dengan datangnya sanak keluarga.

“Kebutuhan meningkat dan sudah diantisipasi dengan penambahan kuota. Tapi tetap harus diantisipasi penyalahgunaan, diantaranya untuk kebutuhan industri atau rumah makan skala menengah ke atas,” ujar Yudi Indras Wiendarto, Rabu (8/5).

Langkah riil yang mesti dilakuakn pemerintah, lanjut Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini, dengan cara pengawasan ke lapangan maupun dilakukan sidak secara acak. Jika hal itu dilakukan secara serius maka ia yakin pelaku industri dan rumah makan skala menengah ke atas tak akan berani menyalahgunakan tabung gas untuk masyarakat miskin tersebut.

Baca Juga:  Apel Kebangsaan Telan Rp 16 M, Setahun Jambanisasi Cuma Rp 10 M

“Mendesak dibuat regulasi yang jelas sehingga ada kepastian aturan dalam pemanfaatannya,” ungkap Ketua Bapemperda DPRD Jateng ini.

Di sisi lain ia juga meminta pemerintah memperhatikan pemerataan distribusi tabung gas 3kg. Jangan sampai nantinya stok melimpah di satu daerah tapi ada daerah lain yang mengalami kelangkaan. Sebaliknya, jika ada masyaraat yang mengalami kelangkaan maka diminta segera melaporkan ke dinas terkait atau wakil rakyat di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi.

Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi elpiji selama Ramadan dan Lebaran 2019, Pertamina MOR IV menyiapkan penambahan stok. Terutama, untuk elpiji bersubsidi tiga kilogram di wilayah Jawa Tengah sebesar 8%.

Baca Juga:  Prabowo Presiden, Indonesia Tidak Akan Menjadi Negara Khilafah

Jika sebelumnya kuota elpiji tiga kilogram di Jateng itu 3.116 Metrik Ton (MT), dengan penambahan delapan persen maka menjadi 3.379 MT atau bertambah sebanyak 263 MT setiap harinya. Penambahan kuota itu setara dengan 87.667 tabung elpiji tiga kilogram. Selain elpiji bersubsidi, juga menyiapkan penambahan stok untuk nonsubsidi.

“Melalui 391 agen PSO, 84 agen NPSO dan 42.457 pangkalan elpiji yang tersebar di seluruh  wilayah Jawa tengah, Pertamina MOR IV memastikan pelayanan penyaluran elpiji menjelang bulan Ramadan dinyatakan aman. Apabila masyarakat mendapati kendala dalam memeroleh produk elpiji nonsubsidi, bisa hubungi call center kami di 1.500.000. Nanti, operator kami akan membantu untuk mengarahkan agen elpiji nonsubsidi yang terdekat dengan lokasi warga,” kata Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of