Dua Alasan PKS Ngotot Ajukan Gugatan Revisi UU KPK

0
Ilustrasi Save KPK. Foto: Istimewa

Oleh: Muhajir

Semaranginside.com, Jakarta – Meski DPR baru saja mengesahkan revisi UU KPK, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah bersiap mengajukan gugatan. Setidaknya ada dua poin utama mengapa PKS ngotot akan mengajukan gugatan.

Pertama, PKS tak setuju dengan mekanisme perekrutan Dewan Pengawas oleh presiden. Kedua, PKS juga tak setuju jika penyadapan harus meminta izin terlebih dahulu ke dewan pengawas.

PKS juga telah memaparkan alasan penolakan itu dalam sidang paripurna pada Selasa (17/9) kemarin. Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, menyebut sejak awal semangat revisi UU KPK secara objektif mendapat masukan dari berbagai macam kalangan.

Baca Juga:  Awasi Korupsi di Jateng, 30 Agen Antikorupsi Dilantik

“Poinnya, PKS (tak setuju) dewan pengawas harus ditunjuk oleh presiden. Kita khawatir malah tidak jadi objektif lagi,” kata Jazuli saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/9).

Dia mengaku setuju dengan keinginan pimpinan KPK periode saat ini. KPK tak setuju jika penyadapan harus meminta izin ke pengadilan, karena dikhawatirkan akan bocor ke target dan pasti menimbulkan masalah.

“PKS menginginkan (penyadapan) cukup memberitahukan ke dewan pengawas,” kata dia.

Jazuli lalu menegaskan bahwa setiap undang-undang tidak boleh dibuat hanya stempelisasi. Undang-undang harus dibuat berdasarkan data-data dan hasil kajian objektif.

Baca Juga:  Sidang Bupati Kudus, Sekda Dicecar Hakim

“Bukan berdasarkan kepentingan. Dalam artian kepentingan politik semata,” ujarnya. Terlebih lagi DPR seolah mengebut beberapa undang-undang yang justru banyak mengundang kontroversi.

“Bagaimana kita membahas undang undang yang implikasinya besar diselesaikan 10 hari. Banyak undang-undang lain yang yang tidak kelar-kelar,” kata dia.

Dia menegaskan, DPR juga harus malu juga berkaca. Cepat atau lambat tidak menjadi persoalan, yang penting masuk akal.

“Membahas satu undang-undang itu bisa menghasilkan satu hasil yang matang dan bagus,” kata dia. (EP/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of