Dubes Rusia: Kami Tidak Mencampuri Urusan Pemilu Negara Manapun

0
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva saat konferensi pers di Kedutaan Besar Federasi Rusia, Jakarta, Rabu (13/2). Foto: Ahmad Z.R

Oleh: Ahmad Z.R |

Rusia menghormati proses pemilu di Indonesia. Sedangkan propaganda Rusia disebutnya sebagai kesimpulan propaganda Amerika yang merupakan hoax.

Semaranginside.com, Jakarta — Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menegaskan, pihaknya tidak akan mengganggu urusan domestik negara mana pun. Terutama terkait proses pemilihan umum (pemilu) di Indonesia yang akan berlangsung pada 17 April mendatang.

Hal itu dikatakan Lyudmila merespon pernyataan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo yang menyebut adanya tim sukses yang menggunakan propaganda Rusia dengan cara melempar hoaks dan fitnah. Sinyalemen itu disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Deklarasi Forum Alumni Universitas dan Perguruan Tinggi Jawa Timur di Surabaya, Sabtu pekan lalu (2/2).

“Pemilihan di Indonesia seperti yang saya katakan adalah kebijakan luar negeri. Rusia tidak akan mengganggu domestik negara manapun, terutama dalam proses pemilihan. Kami menghormati pilihan (masyarakat) Indonesia,” ujar Lyudmila Vorobieva dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jl. H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).

Baca Juga:  Mirip Mobil Cina, Ini Komentar Netizen Soal Esemka

Lyudmila menyebutkan bahwa istilah propaganda Rusia berasal dari lembaga kajian (think tank) terbesar Amerika, yang sarat dengan politik Amerika dan dunia, yakni Rand Corporation. Dalam propaganda model ini, suatu kubu akan memproduksi disinformasi, atau informasi sesat, diciptakan dan disebarkan dalam jumlah dan dalam frekuensi yang tinggi, via berbagai saluran media (medsos), secara cepat dan terus menerus serta berulang-ulang, hingga publik menerima bahwa hal itu adalah suatu kebenaran.

Rand Corp dalam “The Russian ‘Firehose of Falsehood’ Propaganda Model’ disebut sebagai :’ Why It Might Work and Options to Counter It”, expert insights oleh Christopher Paul dan Miriam Matthews, 2016. Di sana digambarkan Propaganda Rusia ini adalah sebuah jenis propaganda yang dikembangkan dari propaganda eks komunis Soviet dengan empat perbedaan. Pertama, high-volume and multichannel. Kedua, rapid, continuous, and repetitive. Ketiga, lacks commitment to objective reality. Dan keempat, lacks commitment to consistency.

Baca Juga:  Pembangunan Tol Laut Semarang-Demak, Dewan Desak Pelestarian Ekosistem

“Menyebutkan propaganda Rusia, kami pikir itu adalah kesimpulan dari propaganda Amerika. Istilah ini dibuat oleh Rand Corporation (tahun) 2016 untuk mengaitkan keterlibatan kami selama Pemilu (presiden) Amerika. Tapi ini tidak terbukti dalam kenyataannya,” kata Lyudmila.

“Apa yang sebenarnya terjadi adalah berita hoax yang beredar di media massa dan bukan berasal dari Rusia. Sudah dibuktikan banyak pihak. Istilah ini diperkenalkan oleh Amerika,” imbuhnya. (TA/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of