Dugaan Korupsi ”Sapi Bunting”, Bupati dan Sekda Blora Diperiksa Kejati

0
Bupati Blora, Djoko Nugroho. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Bupati Blora, Djoko Nugroho dan Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah pada Rabu (6/11).

Keduanya sebagai saksi kasus dugaan korupsi program sapi bunting pada tahun anggaran 2017 dari APBN senilai Rp 7 miliar. Tercatat, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Dugaan korupsi dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis dan diberikan ke Dinas Peternakan Blora dengan melakukan pemotongan anggaran Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per ekor sapi. Bupati dan Sekda Blora ditanya mengenai mekanisme program inseminasi Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Baca Juga:  Prediksi Perolehan Kursi DPRD Jateng Hasil Pileg 2019

Dalam kasus ini sudah ada 2 tersangka yang ditetapkan, yakni mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Blora, Wahyu Agustini dan mantan Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Blora, Karsimin.

“Pertanyaan ada 11 atau beberapa tadi,” kata Djoko, Rabu (6/11).

Djoko menjelaskan tidak mengetahui soal penyelewengan yang dimaksud. Namun dia mengetahui bahwa program sapi bunting yang dimaksud merupakan program dengan dana APBN yang digulirkan lewat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana menjelaskan, pemeriksaan hari ini dilakukan terkait tersangka pertama yaitu mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Wahyu Agustini.

Baca Juga:  Makin Besar, Makin Tidak Sehat

“Kami panggil untuk memberi keterangan soal mekanisme program pembuntingan sapi itu. Karena dia yang kompeten soal itu,” jelas Ketut.

Dalam kasus yang menyeret Karsimin sebagai tersangka ini, sebanyak 65 saksi sudah dipanggil oleh Kejati. Ketut belum bisa memastikan apakah Sekda akan kembali dipanggil lagi atau tidak.

“Kayaknya tidak akan ‘naik kelas’ (tersangka). Yang memungkinkan adalah para UPT-UPT (yang menjadi tersangka),” ujarnya.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of