Dunia Maya Bisa Merobek Nalar Kekancan

0
Seminar Nasional Ada Apa di Ruang Maya? di UIN Walisongo. Foto : walisongo.ac.id

Oleh: Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Gelombang perubahan sikap dan perilaku generasi milenial akibat pengaruh negatif digital begitu nyata. Dunia maya telah mengalienasi keintiman dan merobek nalar kekancan. Akibatnya struktur masyarakat kacau tak beraturan, moralitas hilang, tak punya tata krama, dan kehilangan jatidiri.

Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Prof Dr H Syamsul Maarif MAg. Saat membuka seminar nasional bertajuk Ada Apa di Ruang Maya? di Auditorium II Kampus III, Kamis (3/10). Dia lantas menegaskan, mengembalikan cultural identity melalui transmisi pengetahuan baik di sekolah, masyarakat, dan dunia maya sangat diperlukan.

Baca Juga:  Racana Walisongo Gelar Penerimaan Anggota Baru

“Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memperkuat paradigma integrasi keilmuan.
Paradigma unity of science (wihdatul ulum), bisa menjadi solusi alternatif, dengan pendekatan yang bersifat multiple approach, memungkinkan masyarakat, terutama generasi muda, mempunyai imun kuat untuk mengantisipasi, meng-counter, dan bersikap kritis terhadap berbagai informasi yang membanjiri dunia maya,” katanya dikutip dari situs resmi UIN Walisongo.

Dengan begitu, menuruy Syamsul, generasi muda akan siap menghadapi dunia maya dengan penyebaran konten-konten informasi, bermanfaat, dan bermutu di dunia sosmed dengan cara pandang yang integratif. Kemampuan dialogis kritis menfasilitasi generasi muda menjadi “duta damai” yang mendukung amar ma’ruf nahi munkar dan mewacanakan karakter yang simpatik, penuh cinta, serta persahabatan.

Baca Juga:  Mbah Moen: UIN Walisongo Tetap Jaga Islam Klasik dan Moderat

Seminar tersebut juga menghadirkan empat narasumber yaitu Dr H Junaidi Abdillah MSI selaku dosen FSH UIN Walisongo, M. Zein Permana selaku dosen Fapsi Unjani dan juga founder Filosofi Ruang Hati serta founder HEI Academy, Fathia Izzati selaku conten creator singer, dan Adismara Putri Pradiri selaku founder platform psikologi “Riliv”.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of