Eks Elite PKS Pimpin Partai Gelora

0
Fahri Hamzah dan Anis Matta mengenalkan Partai Gelora Indonesia. Foto: Istimewa

Oleh: Fichri Hakiim

Semaranginside.com, Jakarta – Jumlah partai politik yang akan meramaikan Pemilu 2024 bertambah. Kali ini datang dari mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dimotori Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Siddiq.

Ketiganya merupakan elite PKS saat Anis Matta menjabat presiden partai itu. Namun, kelompok Anis tersingkir setelah lengser dan diambil alih Sohibul Iman sebagai presiden partai hingga saat ini.

Pecah kongsi dua kubu ini melahirkan dua faksi. Faksi Anis menyiapkan sekoci partai lewat Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Nama ini diambil dari ide dan konsep Anis Matta yang mengenalkan tiga gelombang kemasyarakatan sejak kemerdekaan RI.

Dari Garbi lahirlah ide pendirian Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Partai ini akan dipimpin Anis Matta sebagai ketua umum bersama Mahfudz Siddiq selaku sekretaris jenderal (sekjen). Fahri yang tampil sebagai lokomotif partai ini akan menjabat wakil ketua umum.

Baca Juga:  Fahri Tantang KPU Selenggarakan Debat Terbuka Bagi Kedua Paslon

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Ahad (10/11), Fahri dkk mengenalkan partainya sekaligus susunan kepemimpinan yang akan mengawaki partai barunya. Mereka menggelar syukuran dan silaturahmi di Upnormal, Kemang, Jakarta.

“Ke depan, ketua umum Partai Gelora adalah Pak Anis Matta. Kemudian, saya wakil ketua umum,” ujarnya di Jakarta, Ahad sore (10/11).

Fahri menjelaskan, saat ini adalah waktunya penguatan struktur sampi ke daerah. Mahfudz Siddiq menjabat sekjen dan Ahmad Liyaldi sebagai bendahara umum.

“Kami berempat ini memang pernah menjadi anggota DPR. Ke depannya struktur lain juga akan dikembangkan,” katanya.

Baca Juga:  Fahri Hamzah Diusulkan Jadi Kepala Staf Kepresidenan

Fahri juga mengatakan mantan politikus Partai Demokrat Deddy Mizwar akan ikut bergabung. Begitu pula tokoh-tokoh lain yang akan menyusul. Fahri tak ingin sesumbar mengenai siapa saja tokoh yang akan bergabung di Parta Gelora, karena masih dalam tahap pendaftaran.

“Mohon maaf kepada teman-teman media, kami tidak jor-joran, kami ingin terlihat low profile,” jelasnya.

Fahri mengatakan bahwa Partai Gelora berdiri pada 28 Oktober. Kemudian, ia melengkapi dan menyerahkan dokumen kepada notaris pada tanggal 4 November. “Tanggal 9 November kemarin Alhamdulillah sebagai syarat yang dinyatakan oleh Undang-Undang kami menandatangani seluruh usulan itu di depan notaris,” ujarnya.

(Aza/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of