Enam Tokoh Telah Dipanggil ke Istana, Siapa dan Ini Latar Belakangnya

0
Pasangan Joko Widodo dan K.H. Ma'ruf Amin memenangi Pemilu Presiden/Wakil Presiden RI 2019. Foto: Antara

Oleh: Azhar AP

Semaranginside.com, Jakarta – Sebanyak enam tokoh yang diproyeksikan menjadi calon anggota kabinet Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sudah dipanggil menghadap ke Istana. Pemanggilan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi.

Berikut enam tokoh yang telah dipanggil oleh Presiden Jokowi, sebagaimana janjinya akan mengenalkan wajah-wajah baru kabinet di periode kedua:

1. Mahfud MD

Pemanggilan para tokoh dimulai dari Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Mahfud bisa dipastikan akan mengisi kabinet atau lembaga baru negara di bidang hukum, hak asasi manusia, dan perundang-undangan. Namun, tepatnya di pos mana, Mahfud menolak membocorkan.

“Saya tidak diberi tahu menteri apa, tapi beliau bercerita problem-problem Indonesia yang sifatnya makro seperti ekonomi, politik, sosial, kemudian yang agak dalam kami diskusi masalah pelanggaran HAM, dan masalah hukum yang kurang menggigit,” kata Mahfud usai bertemu Presiden ditemui di halaman Istana Negara, Senin (21/10).

2. Christiany Eugenia Tetty Paruntu

Beberapa saat kemudian, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu juga muncul dengan pakaian putih, pakaian khas kabinet Jokowi. Pemanggilan Bupati Minahasa Selatan sempat heboh karena pernah menjadi saksi untuk mantan anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso dalam kasus revitalisasi pasar di kabupaten tersebut.

Benarkah dia akan diangkat menjadi menteri atau wakil menteri? Yang pasti, Tetty ikut mengenakan kemeja putih saat mendatangi istana kepresidenan Jakarta pada Senin (21/10). Tetty adalah politikus partai Golkar.

Baca Juga:  Kesadaran Rendah, Rata-Rata 23 Kecelakaan per Bulan di Perlintasan Sebidang

“Ini bantu kerja,” kata Tetty saat ditanya wartawan mengenai kepentingannya mendatangi istana kepresidenan Jakarta.

3. Nadiem Makarim

Selesai menghadap Presiden, CEO sekaligus pendiri Gojek Nadiem Makarim langsung mundur dari jabatannya di perusahaan rintisan unicorntersebut karena menerima posisi sebagai menteri.

“Sudah pasti dari posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali,” kata Nadiem.

Gojek juga mengkonfirmasi mundurnya Nadiem dari posisi apa pun di startup yang didirikannya itu. Nadiem digantikan oleh Andre Soelistyo.

“Ke depan, Gojek akan menghadirkan pemimpin baru. Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita.

4. Wishnutama Kusubandio

Komisaris Utama Net Mediatama Televisi, Wishnutama Kusubandio, datang menghadap ke istana sekitar pukul 11.00 WIB. “Saya baru dihubungi tadi malam oleh pihak istana,” kata Wishnutama di lingkungan istana kepresidenan.

Setelah menghadap Presiden, dia mengaku diminta Presiden sebagai menteri yang mengurusi sektor kreatif maupun peningkatan pemasukan negara. Kendati demikian, Wishnutama menolak posisi menteri yang ditawarkan kepadanya.

“Kira-kira untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia, lalu juga meningkatkan devisa,” katanya.

5. Erick Thohir

Pendiri Mahaka Group Erick Thohir tidak asing lagi di lingkungan istana kepresidenan. Erick adalah mantan Ketua Tim Nasional Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin. Jauh sebelumnya, Erick sudah dipastikan akan mengisi pos di kabinet Jokowi.

Baca Juga:  Pentingnya Literasi Politik Islam

Erick datang hampir bersamaan dengan Wishnutama. Namun, dia menjawab lebih singkat dibanding Wishnutama megnenai kedatangannya ke istana. “Nanti saja ya nanti,” kata Erick Thohir singkat.

6. Tito Karnavian

Berbeda dengan yang lain, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian datang ke Istana tanpa mengenakan kemeja putih. Namun, dia ikut dipanggil Presiden Joko Widodo sebagaimana calon menteri lainnya.

Kapolri tetap mengenakan seragam kepolisian. “Saya pikir ini berhubungan dengan situasi keamanan dan ketertiban nasional pasca pelantikan, yang penting kami dari Polri juga tentu dengan Panglima TNI akan mengamankan, termasuk kalau ada pembentukan kabinet. Kami akan amankan,” ungkap Tito.

Dari enam tokoh yang dipanggil tersebut, dipastikan masih akan terus berlanjut mengingat posisi menteri lebih dari 30 yang harus diisi. Belum lagi lembaga baru bentukan Presiden dan posisi wakil menteri yang juga tidak sedikit.

Namun, siapa saja yang akan dipanggil, pastinya banyak tokoh yang harap-harap cemas. Sebagaimana tradisi ini, biasanya banyak kalangan elite yang menanti teleponnya berdering.

Semoga saja tidak ada yang salah panggil, apalagi setelah mengenakan kemeja putih. Karena ini sakral, ujungnya bisa kecewa setelah merapat ternyata tidak dilantik. (Aza/Ant/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of