Fadli Zon: BUMN Bangkrut Karena Jadi Penampungan Timses

0

Oleh: Ahmad Z.R

Sudah jadi rahasia umum BUMN menjadi sapi perah dan balas jasa timses petahana. Akibatnya, banyak salah kelola dan salah manajerial, ujungnya bangkrut, karyawan rugi, negara pun buntung.

Semaranginside.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon urun bicara terkait pernyataan Capres 02, Prabowo Subianto yang pernah menyebut badan usaha milik negara (BUMN) satu persatu mengalami kebangkrutan.

Kehancuran itu diakibatkan pemerintah yang salah mengelola negara. Hal itu kini terjadi pada PT. Pos Indonesia. Gaji karyawan yang biasanya diberikan pada tanggal 1, kini baru bisa diberikan pada tanggal 4.

Fadli menilai permasalahan yang kian muncul di BUMN diakibatkan pengelolaannya yang tidak sesuai dengan kompetensi. Sehingga, menimbulkan banyak permasalahan internal yang ujungnya adalah merugikan karyawan yang berkerja di perusahaan terkait.

“Iya karena pengelolaannya kan amatiran. Saya melihat BUMN ini seperti sapi perahan. Banyak orang yang ditempatkan disana itu bukan orang professional di bidangnya,” ujar Fadli di Jakarta, Selasa (5/2).

Baca Juga:  Enam Kali Gempa Terdeteksi di Gunung Merapi

Bahkan, ia menyebut penempatan orang baru di BUMN merupakan kompensasi dari petahana karena telah mendukung dan menyukseskan mantan Walikota Solo itu menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“(BUMN) itu sudah semacam penampungan tim sukses. Karena dia menjadi penampungan tim sukses, ya bagaimana mau kerja? Dia bisa saja menggerogoti,” ungkapnya.

Bahkan yang terbaru, Fadli menilai BUMN juga digunakan sebagai alat untuk kampanye. Salah satunya adalah Bank BNI yang diduga memberikan dukungan pendanaan saat Presiden Jokowi bertandang ke Garut, Jawa Barat, beberapa waktu silam. Meski dari pihak bank tersebut menyatakan bahwa dana yang digunakan adalah alokasi untuk badan usaha milik desa (BUMDes).

“Kita lihat kemarin di Garut, BNI ikut-ikutan memberikan bantuan. Itu kan harus dibedakan antara presiden dan calon wakil presiden. Jangan kemudian BUMN cawe-cawe mendukung calon presiden,” kata Fadli.

Baca Juga:  PPP Jateng Nilai Ceramah UAS Tidak Menista Agama

“Itu nanti bisa kita periksa lho. Kalau Pak Prabowo menang, kita akan periksa orang-orang itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekper Pos Indonesia Benny Otoyo, meminta karyawan dan semua Serikat Pekerja dapat melakukan kerjasama dan menjaga nama baik perusahaan. Ia menuturkan, terkait Gaji Karyawan yang sempat tertunda, direksi dengan berbagai segala upaya akan membayar tanggal 4 Februari.

“Segala hal yang menyangkut masalah internal perusahaan diselesaikan dengan baik. Tidak perlu melakukan hal-hal yang kontra produktif,” ujarnya, Ahad (3/2).

Pos Indonesia berkomitmen memberikan pelayanan kepada pelanggan untuk tetap berjalan dengan baik. Meskipun ada masalah internal soal telatnya gaji karyawan. Perusahaan tengah melakukan transformasi yang berfokus kepada perbaikan layanan dan mengikuti perubahan landscape industri kurir dan logistik.(EPJ)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of