Fakta Mencengangkan Serial Game of Thrones Season 8

0
Serial GOT season 8 episode 3 tayang hari ini. Foto: Medium

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Selain menyuguhkan efek CGI yang fantastis, ada fakta lain yang tidak terduga. Apa saja?

Semaranginside.com, Jakarta Serial Game of Thrones Season 8 Episode 3 baru saja ditayangkan pagi hari ini, Senin (29/4) waktu Indonesia. Episode bertajuk “The Long Night” ini begitu ditunggu-tunggu oleh para penggemar.

Pasalnya, dalam Game of Thrones Season 8 Episode 3 ini menampilkan pertempuran besar di Winterfell. Jon Snow dan lainnya, berjuang melawan pasukan The Night King. Pertempuran yang pecah dalam Game of Thrones Season 8 Episode 3 ini telah lama digadang-gadang sebagai salah satu yang terdahsyat dalam sejarah sinema.

Dalam laporan CNN, produser dan sineas Game of Thrones merasa ini adalah serial pertempuran berdurasi terpanjang yang pernah difilmkan. Bahkan, menyaingi pertempuran di film The Lord of the Rings: The Two Towers yang berdurasi sepanjang 40 menit.

Pertempuran di Winterfell semakin seru dengan kualitas CGI (Computer Generated Imagery) setara film-film bioskop. Mulai dari adegan pertempuran yang epik, hingga naga terbang yang benar-benar mengesankan. Dilansir dari CNBC International, untuk musim pamungkas ini tim produksi dikabarkan mengeluarkan biaya jor-joran. Tak tanggung-tanggung, dan termahal dibanding 7 musim penayangan sebelumnya.

Setiap episode diperkirakan menelan biaya hingga US$ 15 juta atau Rp 211 miliar, dikutip dari Variety. Musim ke-8 ini akan menampilkan beberapa episode terpanjang dalam serial. Dua yang pertama hanya akan berlangsung sekitar satu jam masing-masing, tetapi empat final diperkirakan berjalan 80 menit per episode.

Dua musim sebelumnya dari pertunjukan itu juga diprediksi menelan biaya yang mahal. Diperkirakan, satu episode “Game of Thrones” sekitar US$ 10 juta (Rp 140 miliar) untuk biaya produksi, seperti yang dikutip dari Entertainment Weekly.

Baca Juga:  Rami Malek dan Lupita Nyong'o Disebut Terlibat Film 'Bond 25'

Sebelum musim enam, episode “Game of Thrones” paling mahal yang pernah diproduksi adalah seri kedua musim kedua, “Blackwater,” yang menampilkan adegan pertempuran yang luas dan alat peraga yang lebih besar, termasuk replika berukuran penuh dari abad ke-14. Episode ini membuat HBO merogoh kantong US$ 8 juta (Rp 112 miliar)- setelah Dan Weiss dan David Benioff meminta agar ada tambahan US$ 2 juta untuk show mereka.

Selain menjadi yang termahal, episode terakhir ini juga menjadi episode terpanjang selama ‘Game of Thrones’ ada. Episode kali ini diperkirakan akan menelan waktu hingga 80 menit lamanya yang sebelumnya hanya 60 menit saja. Selain biaya yang fantastis, ada fakta-fakta menarik dan tidak terduga dalam serial terpopuler ini. Apa saja?

Perang Kolosal
Perang kolosal dalam serial Game of Thrones season 8 episode 3 ini, membutuhkan sumber daya yang besar. Dilansir dari Variety, dibutuhkan 55 hari untuk syuting bagian pertempuran ini. Tak hanya itu, dibutuhkan 600 orang kru, 500 figuran, 70 ekor kuda, dan 65 pemeran pengganti untuk menghidupkan sequence ini.

Pengakuan Arya
Maisie Williams, pemeran Arya Stark, mengaku bahwa syuting bagian pertempuran ini adalah pengalaman yang sangat berat untuknya. Saking beratnya, ada kalanya ia ingin menangis.

“Tak ada yang membuatmu siap atas betapa beratnya hal ini secara fisik. Malam demi malam, lagi, dan lagi, dan lagi, tak ada hentinya. Kamu tak bisa sakit, kamu harus menjaga diri sendiri, karena ada terlalu banyak hal yang harus dikerjakan dan tak ada orang lain (yang bisa membantumu),” tuturnya.

Baca Juga:  Film Pertama, Terbaik dan Terburuk Paul Walker

Naskah Game of Thrones Dicuri
George R.R. Martin pada tahun 2011 pernah mengeluh di blognya bahwa seorang pekerja pos telah mencuri beberapa naskah Game of Thrones yang dikirim kepadanya. Ia meyakini bahwa amplop untuk mengirim naskah tersebut robek di salah satu ujungnya, dan ada dua skrip yang menghilang.

Kemudian Martin meminta bantuan para pembacanya untuk mencari salinan yang dicuri tersebut di situs eBay. Namun hingga saat ini skrip yang dicuri tersebut belum pernah ditemukan atau muncul.

Karakter Naga Terinspirasi dari Angsa dan Kucing
Menurut Pixomondo, perusahaan efek khusus yang menciptakan versi CGI dari Naga Rhaegal dan Viserion di Game of Thrones mengatakan, bahwa mereka terinspirasi dari gerakan angsa. Mulai dari gerakan angsa di tanah hingga bagaimana angsa bermain dengan sayap meski tidak mampu untuk terbang.

Selain itu mereka juga menggunakan kelelawar untuk mencontoh gerakan cara terbangnya. Hingga kucing untuk menunjukkan sifat yang lembut dan jinak saat dibelai.

Dilarang Tayang Militer Turki
Beberapa program televisi termasuk Game of Thrones dilarang penayangannya oleh sekolah-sekolah militer di Turki pada tahun 2014 lalu. Hal ini dilakukan karena diyakini bahwa serial Game of Thrones menjadi salah satu bentuk eksploitasi seksual, pornografi, pelecehan seksual, dan perilaku negatif lainnya yang terjadi di sekolah-sekolah militer di sana.

Sudah siap menyambut episode GOT selanjutnya? (*/Dry/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of