Film Kapal Goyang Kapten Suguhkan Komedi yang Padat

0
Konferensi pers film Kapal Goyang Kapten di Mal Paragon Semarang, Senin (2/9). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Mega Pilar Pictures mengadakan nonton bareng film “Kapal Goyang Kapten” bersama para pemeran dan penggemarnya di XXI Paragon Mall Semarang, Senin (2/9). Film tersebut rilis resmi pada 5 September 2109 di bioskop-biopkop Indonesia.

Film bergenre drama komedi ini memiliki pesan agar masyarakat senantiasa bergotong-royong untuk mencapai tujuan. Selain itu, Kapal Goyang Kapten menampilkan konflik antara orang tua dan anak yang berbeda pandangan dalam menentukan hidup.

Sutradara film Kapal Goyang Kapten, Raymond Handaya, film ini dikemas dengan komedi yang padat. Namun beberapa saat akan ditampilkan drama yang menguras emosi.

“Total kami menghabiskan satu bulan untuk persiapan dan syuting. Untuk syuting selama 8 kami lakukan semua di Maluku,” katanya.

Baca Juga:  Film Tambakrejo Dapat Pujian

Secara umum, Raymond memaparkan sinopsis film yang diawali dari anak muda yang merampok kapal. Namun perampok tersebut bukanlah perampok yang lihai, melainkan perampok yang baru kali pertama melakukan aksinya.

Kemudian perampok dan para penumpang kapal yang dirampok tersebut terjebak pada suatu kondisi di mana harus menuju suatu pulau tak berpenghuni. Mereka terpaksa harus bertahan hidup seadanya hingga menemukan cara untuk kembali.

Aktor senior, Mathias Muchus juga ikut andil dalam peran di film Kapal Goyang Kapten. Dia kagum dengan para pemain yang kebanyakan adalah stand up comedian yang membuat suasana film dan behind the scene menjadi lebih ceria.

Baca Juga:  Wagub Bali Apresiasi Mahakarya Livi Zheng

“Selama syuting tidak pernah sepi. Mereka selalu ramai, ceria. Itu menjadi energi positif. Respon mereka juga sangat cepat,” kata Mathias.

Dia menambahkan, proses syuting film ini menurutnya unik. Kapal yang terombang-ambing ombak dan hembusan menjadi tantangan tersendiri dalam pembuatan film ini.

Tantangan lain dalam pembuatan ini adalah ada beberapa pemain yang tidak bisa berenang. Padahal sebagian besar pengambilan gambar dilakukan di laut. “Bayangkan saja orang yang tidak bisa berenang harus akrab dengan lautan,” kata Raymond bercanda. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of