FPI: Ada Agenda Setting untuk Melabeli Petamburan Pusat Kerusuhan

0
Ketegangan antara aparat keamanan dengan massa di Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat. Foto: Antara

Oleh: Nurcholis |

Semaanginside.com, Jakarta–Front Pembela Islam (FPI) mengatakan ada upaya untuk membentuk opini dengan maksud menjadikan wilayah Petamburan, tempat markas organisasi itu berada, sebagai pusat kerusuhan buntut ricuh aksi damai di Bawaslu hari Selasa (21/5) dini hari.

“Kami melihat ada keanehan dan agenda setting, baik untuk pembentukan opini maupun untuk tujuan tertentu yang berujung melabeling wilayah Petamburan sebagai pusat kerusuhan,” ujar pernyataan tertulis Ketua DPP FPI KH Awit Mashuri dan Ketua Tim Investigasi Ali Al Alatas yang diterima indonesiainside.id, Jumat (24/5).

FPI menilai,  wilayah Petamburan sangatlah jauh dari titik aksi di depan Bawaslu. Karena itu, sangat aneh ketika aksi damai menuntut pemilu curang berakhir, tiba-tiba kericuhan yang dilakukan sekelompok orang tiba-tiba mengarah ke Petamburan, yang dikenal sebagai basis gerakan FPI.

Baca Juga:  Aksi Tolak Hasil Pilpres Jadi Trending Topik Dunia

“Ada pihak-pihak yang kami tengarai secara sengaja menyeret dan menimbulkan kerusuhan di wilayah Petamburan dan sekitarnya,” tambah pernyataan Awit.

Menurut FPI,  pada tanggal 21 Mei malam, aksi menuntut pemilu curang telah berakhir dengan damai di depan Bawaslu pada jam 21.00 WIB. Baru pada menjelang pukul 12.00 WIB tengah malam terjadi pelontaran gar air mata di depan Bawaslu, dan terus merangsek ke arah Pasar Tanah Abang sekitar pukul 01.00 WIB.

“Menjadi semakin aneh, pelontaran gas air mata terus mengarah ke wilayah Petamburan pada pukul 02.00 hingga pagi pukul 07.00 WIB. Padahal jelas wilayah Tanang Abang dan Petamburan bukan tempat dilakukannya aksi,” tambahnya.

Baca Juga:  Titiek Soeharto akan Laporkan Balik Penuduh Dalang Kerusuhan Aksi 21-22 Mei

Berdasarkan fakta-fakta di atas, FPI mendesak Komnas HAM turun tangan untuk melakukan investigasi terhadap kemungkinan pelanggaran HAM.

“Kami meminta Komnas HAM sebagai lembaga resmi negara yang bekerja di bidang HAM untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa pembunuhan warga sipil tersebut,” ujarnya. (cak/Ags/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of