Geger Dua UIN; di Yogya Soal Disertasi, di Pelembang Mahasiswa Tewas saat Diksar

0
Ilustrasi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Meninggal saat Diksar Menwa. Foto: Istimewa

Oleh: Rio AP

Semaranginside.com, Palembang – Dua Universitas Islam Negeri (UIN) ramai dibicarakan. Setelah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta soal disertasi nyeleneh ”seks di luar nikah” kini giliran ramai di UIN Raden Fatah Palembang.

Tapi bukan soal disertasi melainkan seorang mahasiswa baru meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) di Sembawa, Kabupaten Banyuasin pada Selasa (3/9) lalu. Mahasiswa itu bernama Hebat Sangaji.

Hal itu dibenarkan, Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Rina Antasari. Dia mengatakan, almarhum Hebat Sangaji meninggal karena sakit dan tidak ada indikasi kekerasan saat mengikuti Diksar Menwa.

“Ya, kegiatan Menwa itu dilakukan di Sembawa dan almarhum ini baru semester 1 yang merupakan mahasiswa Fakultas Syariah. Baru tiga minggu kuliah,” ujar Rina di Palembang, Kamis (5/9).

Baca Juga:  Daftar 20 Capim KPK yang Lolos Seleksai Tahap II

Menurut dia, almarhum itu bukan berasal dari Kota Palembang ataupun Sumatera Selatan, melainkan dia berasal dari Bekasi dan di Palembamg mengekos di kawaan Rawa Jaya, Kota Palembang.

“Kalau informasi mengenai dia kesurupan itu ya non medisnya, karena katanya dia sempat ngomong ada kuburan Belanda di tempat latihan itu,” kata dia.

Ia menyampaikan, bahwa secara medis pihaknya tidak mengetahui detail sakit yang diidap oleh almarhum Hebat. Namun, dia mengikuti kegiatan itu baru satu setengah hari dan meninggal. Bukan itu saja, dia juga sudah diotopsi di rumah sakit umum dan tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan.

Baca Juga:  Seorang Meninggal Setelah Truk Tabrak Puskesmas Mojosongo

“Ketika mau di kirim ke rumah duka di Bekasi diberi formalin terlebih dahulu ke rumah sakit Siti Khodijah Palembang. Dan almarhum hari ini dikubur di Bekasi dan dikirim ke sana menggunakan pesawat pertama tadi pagi,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, pihak UIN Raden Fatah Palembang turut berbela sungkawa dan ini menurutnya merupakan musibah.

“Kami berharap ke depan saat mahasiswa mengikuti Diksar Menwa harus kuat secara fisik. Bukan itu saja, dari pihak kampus juga sedang melayat ke rumah keluarga,” tuturnya. (RAP/PS/INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of