Gempa Bali, BNPB Catat 38 Bangunan Rusak dan Seorang Luka

0

Oleh: Rudi Hasan

Semaranginside.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data dampak gempa di Nusa Dua, Bali. Pelaksana harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Kapusdatin) BNPB, Agus Wibowo, menyebut puluhan rumah rusak akibat gempa tersebut.

“Satu orang luka-luka, 38 bangunan rusak,” kata Agus di Jakarta, Selasa (16/7).

Dia menjelaskan, 38 bangunan yang rusak itu terdiri atas enam rumah, lima unit sarana peribadatan, 11 unit sarana pendidikan, dua unit sarana kesehatan, tujuh unit kantor atau gedung pemerintah, lima unit fasilitas umum, satu unit hotel, dan satu unit kios atau toko.

Baca Juga:  Tutut Soeharto Kenalkan Pupuk Berteknologi Nano pada Petani Purworejo

Tak hanya di Bali, 13 bangunan di Jawa Timur juga terdampak gempa itu. Bangunan rusak paling banyak terdapat di wilayah Banyuwangi dan Jember.

Gempa di Bali dikategorikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai gempa kedalaman menengah, berdasarkan patokan kedalaman hiposenter. Guncangan diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Menurut BMKG, ada deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar atau oblique thrust fault yang memicu gempa. Guncangan gempa dirasakan di Badung, Nusa Dua, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Banyuwangi, Karang Kates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara, Jember dan Lumajang.

Baca Juga:  Teknologi Jantung 3D Untuk Membantu Dokter Bedah

Pusat gempa di koordinat 9,08 Lintang Selatan dan 114,56 Bujur Timur, dan berjarak 80 kilometer arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, dengan kedalaman 104 kilometer di bawah permukaan. (AIJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of