Gen Z Lebih Senang Pekerjaan yang Memanfaatkan Teknologi

0
Generasi yang suka dengan teknologi. Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah |

Gen Z sangat percaya diri tentang keterampilan teknologi mereka dan optimistis kemampuan tersebut dibutuhkan di dunia kerja yang serba digital

semaranginside.com, Jakarta — Mayoritas generasi Z, atau mereka yang lahir setelah tahun 1996 menginginkan pekerjaan yang terhubung dengan teknologi dan otomasi.

Berdasar studi yang dilakukan Dell Technologie sebanyak 85 persen generasi Z di Indonesia, meyakini teknologi dan otomasi akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dengan mencegah bias dan diskriminasi.

Sebanyak 60 persen menjawab mereka menginginkan pekerjaan yang melibatkan mereka dalam teknologi, baik berupa penelitian maupun pengembangan.

“Bagi Gen Z, teknologi bukan hanya alat untuk mendorong kemajuan manusia, tapi, juga sebagai sarana untuk memeratakan pemberdayaan informasi,” kata Managing Director Dell EMC Indonesia, Catherine Lian, di Jakarta, Kamis (14/2).

Baca Juga:  Proporsional, PDIP Dapat Jatah Kursi Ketua DPRD Kota Semarang

Dell Technologies mengadakan studi secara global mengenai Gen Z, orang-orang yang lahir setelah 1996, hasilnya generasi tersebut memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi.

Khusus untuk Indonesia, studi “Gen Z: masa depan telah tiba” menunjukkan Gen Z sangat percaya diri tentang keterampilan teknologi mereka dan optimistis kemampuan tersebut dibutuhkan di dunia kerja yang serba digital.

Berdasarkan riset ini, 68 persen responden menilai pendidikan mereka tergolong “baik” atau “sangat baik” dalam mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja.

Pendekatan generasi Z terhadap pekerjaan tidak selalu berorientasi materi, 47 persen percaya pekerjaan memiliki arti dan tujuan yang lebih dari sekedar mendapatkan gaji.

Sementara, sebanyak 41 persen meyakini pekerjaan harus bisa memberi keterampilan dan pengalaman baru. Lalu, 93 persen responden mengakui saat ini merupakan zaman kerja sama mesin dengan manusia,

Baca Juga:  Foto-Foto Presiden Jokowi Kunjungi Borobudur

“Sebanyak 56 persen diantaranya berpendapat manusia dan mesin merupakan tim yang terintegrasi. Sementara itu, 37 persen lainnya melihat mesin sebagai alat yang digunakan sesuai kebutuhan,” kata Catherine.

Meski pun generasi Z sudah berinteraksi dengan teknologi sejak lahir dan akrab dengan media sosial, mereka masih menganggap penting interaksi manusia di tempat kerja.

57 persen responden menyukai komunikasi langsung bertatap muka dengan rekan kerja mereka, 3 persen menyatakan komunikasi melalui pesan singkat merupakan pilihan terakhir.

79 persen mengharapkan dapat belajar langsung ke rekan kerja, bukan secara online. (Kbb)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of