Gus Mus : Indonesia adalah Rumah Bersama

0
Gus Mus saat berbicara pada acara Ngaji Kebangsaan di Undip, semalam. Foto : undip.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Kegaduhan saat ini dikarenakan banyak orang yang lupa bahwa bangsa Indonesia merupakan rumah bersama. Jika antarindividu, kelompok, dan semua elemen bangsa saling mencintai, negara akan damai, tenteram, dan rukun. Hal itu ditekankan KH  A Musthofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus.

Dalam tausiahnya pada Ngaji Kebangsaan dalam rangka Dies Natalis ke-62 Universitas Diponegoro, semalam, Gus Mus mengatakan bahwa beragamnya latar belakang dan kepribadian masyarakat Indonesia seharusnya merekatkan persatuan.

Hadir dalam acara tersebut Rektor Undip Prof Yos Johan Utama beserta jajaran, Sekda Jawa Tengah Sri Puryono, serta civitas academica Undip. Acara berlangsung di Lapangan Widya Puraya Undip Tembalang. Tema yang diangkat yakni Merawat Indonesia Melalui Tadarus Budaya

Dalam sambutannya Rektor Undip mengatakan bahwa Undip menjadi benteng Pancasila dengan menjaga 4 pilar bangsa yg telah diperjuangkan oleh pendiri bangsa (founding father). Sesuai amanat Presiden bahwa sebagai ucapan syukur memperat rasa persatuan dan kebinekaan dengan memupuk rasa peduli, bersatu, dan berprestasi.

Baca Juga:  Undip Kerja Sama dengan BNN

“Jika ada mahasiswa Undip yang menganggu ideologi negara, akan mendapat hukuman tegas” ujar Yos.

Sekda Jawa Tengah Sri Puryono sangat mendukung kegiatan tadarus budaya Undip. “Pendekatan budaya adalah langkah ampuh dalam menjaga negara agar guyub, rukun dan damai,” katanya.

Siang sebelumnya, digelar pula perayaan Dies Natalis di kampus. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar pada kesempatan itu menegaskan peranan perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing bangsa di era saat ini.

Baca Juga:  Separo Lebih Lulusan Undip Berpredikat Cumlaude

“Kontribusi dan peranan perguruan tinggi menjadi semakin penting sebagai pemecah permasalahan. Perguruan tinggi semakin dituntut kesanggupannya sebagai penopang kemajuan bangsa, penciptaan pengetahuan, menghasilkan pengetahuan baru yang berkelanjutan, juga memproduksi sumber daya manusia terdidik, berkualitas, dinamis, dan profesional,” katanya.(nug)

 

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of